Menu

Mode Gelap

Headline

Dinas Pertanian Jombang Perang Melawan Xanthomonas di Lahan Inpari 32 Mojowarno

badge-check


					Koordinator PPL Kecamatan Mojowarno, Ahmad Mujiono perlu koordinasi dan komunikasi untuk cegah hama, meluasnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Xanthomonas campestris pada pertanaman padi varietas Inpari 32, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) pada Rabu, 3 Juli 2025. Foto: jombangkab.go.id Perbesar

Koordinator PPL Kecamatan Mojowarno, Ahmad Mujiono perlu koordinasi dan komunikasi untuk cegah hama, meluasnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Xanthomonas campestris pada pertanaman padi varietas Inpari 32, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) pada Rabu, 3 Juli 2025. Foto: jombangkab.go.id

Penulis: Arief Hendro Spesatyo   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Untuk mencegah meluasnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) Xanthomonas campestris pada pertanaman padi varietas Inpari 32, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bersama petani melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal), Rabu, 3 Juli 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Japanan di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno.

Serangan Xanthomonas campestris, penyebab penyakit kresek, mulai terdeteksi pada tanaman padi yang memasuki stadia 50–60 hari.

Sebagai respon cepat, sekitar 20 orang petani yang tergabung dalam Poktan Japanan bersama-sama melakukan penyemprotan bakterisida di areal seluas 6 hektare.

PPL dan petani melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida untuk melawan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Xanthomonas campestris pada pertanaman padi varietas Inpari 32, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bersama petani melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) pada Rabu, 3 Juli 2025. Foto: jombangkab.go.id

Penyemprotan dilakukan dengan semangat dan antusias, didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari BPP Mojowarno.

Ketua Poktan Japanan, Slamet menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan bakterisida dan pendampingan dari PPL dan POPT. Kegiatan ini membuat kami lebih siap dalam mencegah dan mengendalikan serangan OPT di lahan kami,” ungkap Slamet.

Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Mojowarno, Ahmad Mujiono menegaskan pentingnya komunikasi aktif antara petani dengan penyuluh.

“Pengamatan rutin sangat penting agar jika ada gejala serangan penyakit bisa segera diidentifikasi. Dengan koordinasi yang baik, pengendalian bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Melalui Gerdal ini, diharapkan penyebaran penyakit kresek akibat Xanthomonas campestris dapat ditekan sehingga tidak berdampak pada hasil panen.

Kegiatan ini juga menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.(PPL Kecamatan Mojowarno). **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

IDAI Ingatkan Malaria Monyet Mengintai Indonesia

15 Mei 2026 - 20:10 WIB

Budi Daya Unta di Indonesia, Peluang Baru Bisnis Kurban

15 Mei 2026 - 19:32 WIB

4 TKW Karawang 9 Bulan Disekap di Libya, Dedi Mulyadi: Kita Beresi Mereka Pulang ke Indonesia Hari Ini

15 Mei 2026 - 13:35 WIB

Kebakaran Lantai V Operasi Jantung RSUD Dr Soetomo, Petugas Evakuasi Puluhan Pasien Satu Meninggal Dunia

15 Mei 2026 - 10:09 WIB

Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rinciannya

14 Mei 2026 - 19:53 WIB

KPR 40 Tahun, Pemerintah Pastikan Fleksibilitas Pembayaran

14 Mei 2026 - 19:30 WIB

File KDMP Jombang Diakui Titipan Penguasa Jombang, M. Basuki Dicopot Proses Rekrutmen Dibatalkan

14 Mei 2026 - 17:55 WIB

BRIN Siapkan Teknologi Canggih Tangani Rob Pantura

14 Mei 2026 - 17:54 WIB

Merokok dan Main Games, Achmat Syahri Minta Maaf Besok Diperiksa Gerindra

14 Mei 2026 - 13:42 WIB

Trending di News