Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, ABUDHABI- Hingga Minggu 29 Maret 2026, seorang WNI nakhoda kapal tunda (Tugboad) Musaffa2 bersama tiga ABK lainnya kapal asal Luwu, Sulawesi Selatan, masih hilang hingga akhir Maret 2026 setelah insiden ledakan kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz.
Tiga ABK WNI lainnya juga belum ditemukan, di tengah eskalasi konflik Iran-Israel. Persitiwa terjadi Pada dini hari 6 Maret 2026, kapal tugboat Musaffah 2 berbendera UEA meledak saat hendak menderek kapal kontainer Safin Prestis yang rusak di Selat Hormuz.
Kabar tersebut disampaikan dari kediaman keluarga korban di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kapal berangkat dari Ras Al Khaimah sore sebelumnya dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.00. Ledakan besar diikuti kebakaran hebat menyebabkan kapal tenggelam.
Total 7 awak kapal dari Indonesia, India, dan Filipina. Empat WNI ABK berada di Musaffah 2: Kapten Miswar Paturusi (50) dari Luwu, serta tiga lainnya dengan inisial MP, SR, AS—semua hilang. Satu WNI selamat dengan luka bakar di RS Khasab, Oman.”
“Istri Miswar, Marliani Ahmad (47), di Pattedong, Luwu, masih menanti kabar. ‘Anak saya yakin ayahnya hidup,’ ujarnya sambil mengenang video call harian suaminya. Keluarga tolak hoaks medsos dan andalkan KBRI.”
“KBRI Abu Dhabi dan Muscat koordinasi pencarian dengan otoritas UEA-Oman. Kemlu konfirmasi penyebab ledakan diselidiki, diduga ranjau atau serangan rudal akibat konflik regional. DPR RI kecam pelaut sipil jadi korban.”
“Hingga 29 Maret 2026, Miswar dan tiga ABK belum kembali ke Indonesia; keluarga pasrah berdoa.”
Kapten Miswar Paturusi (hilang), tiga ABK lain dengan inisial MP, SR, AS (hilang), dan satu selamat (inisial YRJ, dirawat luka bakar di RS Khasab, Oman).
Kronologi Insiden Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz
-
5 Maret 2026, sore: Kapal tugboat Musaffah 2 (bendera UEA) berangkat dari Ras Al Khaimah, UEA, untuk mengevakuasi kapal kontainer Safin Prestis yang rusak di dekat Selat Hormuz; membawa 7 ABK (4 WNI) dan 6 teknisi (1 WNI).
-
6 Maret 2026, ~02.00 dini hari: Tiba di lokasi perairan Oman-UEA; saat bersiap towing, terjadi ledakan besar di anjungan, diikuti kebakaran hebat dan kapal tenggelam.
-
06.00-09.00 pagi: Saksi mata WNI laporkan insiden; KBRI Abu Dhabi dan Muscat terima informasi resmi pukul 09.00 waktu setempat.
-
Segera setelahnya: 1 WNI ABK (YRJ) selamat dengan luka bakar, dirawat di RS Khasab, Oman; 1 WNI teknisi di Safin Prestis selamat di Abu Dhabi; 3 WNI ABK hilang (Kapten Miswar Paturusi, MP, SR, AS).
-
7-8 Maret 2026: Kemlu konfirmasi kronologi via Jubir Yvonne Mewengkang; keluarga Miswar di Luwu, Sulsel, terima kabar dan berharap keajaiban; pencarian koordinasi UEA-Oman.
-
9 Maret 2026+: Media laporkan detail; DPR kecam pelaut sipil jadi korban konflik Iran-Israel; hingga 29 Maret 2026, 3 WNI (incl. Miswar) masih hilang, penyebab ledakan (ranjau/serangan) diselidiki. **







