Menu

Mode Gelap

Headline

Didampingi Pangdam Mayjen Rudy Saladin Temui Massa, Khofifah Minta Polisi Bebaskan 41 Orang Pendemo

badge-check


					Gubernur Khofifah IP, didampingi Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menemui massa aksi pendemo di depan gedung Grahadi, Surabaya. Ia minta kepada polisi agar melepas 41 orang yang ditangkap dalam aksi demo tersebut. Foto: tangkap layar video Instagram@lovesuroboyo Perbesar

Gubernur Khofifah IP, didampingi Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menemui massa aksi pendemo di depan gedung Grahadi, Surabaya. Ia minta kepada polisi agar melepas 41 orang yang ditangkap dalam aksi demo tersebut. Foto: tangkap layar video Instagram@lovesuroboyo

Penulis: Saifudin    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Gubernur Khofifah Indar Parawansa sudah menemui Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, 30 Agustus 2025. Mereka bersama-sama menemui massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya malam itu dan berkomunikasi langsung dengan pendemo.

Khofifah dan Pangdam V Brawijaya juga mengajak perwakilan massa menuju Polrestabes Surabaya untuk menjemput pendemo yang masih ditahan dan memastikan proses pembebasan berjalan.

Pertemuan dan aksi koordinasi ini membantu meredakan suasana meskipun setelahnya sempat terjadi kericuhan pembakaran di beberapa lokasi dekat Grahadi.

Janji konkret Gubernur Khofifah soal pembebasan 41 pendemo adalah ia akan berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur dan aparat kepolisian terkait agar para pendemo yang ditahan segera dibebaskan.

Khofifah menyatakan bahwa dua dari 41 pendemo sudah dibebaskan pada siang hari tanggal 30 Agustus 2025, dan ia akan menemani Pangdam V Brawijaya untuk memastikan proses pembebasan pendemo lainnya sampai selesai. Ia juga meminta agar aksi tetap damai dan tidak anarkis selama proses tersebut berlangsung.

Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui massa aksi yang memadati depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Namun, aksi demo terus berjalan, hingga terjadi pembakaran gedung Grahadi, pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa ia sudah menghubungi Kapolda Jatim untuk membebaskan 41 pendemo yang ditangkap, di mana dua di antaranya sudah dibebaskan sejak siang hari itu. Ia meminta agar massa aksi tidak anarkis dan tidak terprovokasi, berharap agar demonstrasi berjalan damai.

Khofifah juga berjanji akan menemani Pangdam V Brawijaya untuk memantau proses pembebasan massa yang masih diamankan di Polrestabes Surabaya hingga semuanya selesai.

Ia juga menunjukkan perhatian dengan memantau kondisi beberapa orang yang sempat dirawat di rumah sakit akibat aksi tersebut. Meski demikian, setelah pertemuan, sempat terjadi kericuhan dengan adanya pembakaran di beberapa titik sekitar Gedung Grahadi. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Massa dan Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus dan Anggota di Jalanan Tanah Becek

30 November 2025 - 18:46 WIB

Rais Aam PBNU Sampaikan Segera Gelar Muktamar

30 November 2025 - 18:14 WIB

Empat Orang Sekeluarga Tewas Seketika Satu Balita Luka-luka, Akibat KA Mutiara Hantam Accord di Beji Pasuruan

30 November 2025 - 18:07 WIB

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI Kota Mojokerto Digelar dengan Sederhana

30 November 2025 - 13:09 WIB

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M

30 November 2025 - 12:53 WIB

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Sehari setelah Statusnya Diturunkan

30 November 2025 - 12:02 WIB

Bupati Pasuruan Dorong Petani Kelola Greenhouse Melon dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

30 November 2025 - 11:45 WIB

Pemerintah Targetkan 300 ribu Jembatan di Seluruh Daerah Terpencil

30 November 2025 - 11:22 WIB

Veronica Tan Bahas Sunat Untuk Perempuan dari Sejumlah Sudut Pandang

30 November 2025 - 09:44 WIB

Trending di Headline