Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto mengintensifkan gerakan pemilahan sampah rumah tangga untuk menekan timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya ditangani pemerintah.
Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama, terutama karena sebagian besar sampah yang mencemari sungai dan laut berasal dari rumah tangga.
Melalui program Budaya RT Berseri, masyarakat didorong memilah sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu.
Kebiasaan ini diharapkan memperkuat peran bank sampah serta budaya hidup bersih di tingkat permukiman.
“Bank sampah bukan sekadar papan nama atau timbangan, tetapi aktivitas nyata pemilahan sejak rumah tangga,” tegas Ning Ita.
Pemkot Mojokerto berharap gerakan ini memperkuat gotong royong warga sekaligus menjawab tantangan darurat sampah nasional.**







