Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Cerita Hari Ini: Sultan HB VIII Pernah Dituduh Mencuri Uang Ayahnya

badge-check


					Sultan HB VIII menyekolahkan putranya ke sekolah terbaik Perbesar

Sultan HB VIII menyekolahkan putranya ke sekolah terbaik

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Sultan Hamengkubuwono VII pernah di hadapkan dengan situasi sulit, di mana tiga putra mahkotanya meninggal dunia sebelum naik tahta.

Hingga pada akhrinya posisi putra mahkota yang kelak naik tahta sebagai Sultan Hamengkubuwono VIII diberikan kepada GPH Purboyo.

Meski demikian, ia tak langsung menduduki jabatan sebagai sultan, mengingat perjuangan GPH Purboyo sebelum naik tahta dilalui dengan jalan yang tidak mulus.

Rupanya sebelum diangkat menjadi putra mahkota, GPH Purboyo diamanahi untuk menjadi bendahara Sultan Hamengkubuwono VII.

Terjadi peristiwa menggemparkan di keraton, yakni saat Atma Suwita salah seorang abdi dalem membuat narasi yang menuding Purboyo telah mencuri uang pribadi sultan.

Jumlah uang yang dihitung dan dilaporkan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono VII tidak sesuai dengan jumlah uang yang sebenarnya.

Untuk mendukung opini,sang abdi dalem membuat narasi yang menghubungkannya dengan anggaran pernikahan Purboyo.

Biaya yang dikeluarkan untuk upacara pernikahan melebihi anggaran yang tersedia.

Selain itu, Purboyo juga dikatakan tidak mampu melunasi utangnya ketika dia harus membayar perabotan rumah tangga untuk menempati kediamannya.

Hal ini merupakan kesempatan emas bagi Ratu Kencono dan R.M. Mangkukusumo guna menggantikan Puruboyo. Sultan HB VII hampir saja mengangkat Mangkukusumo sebagai putra mahkota. Akan tetapi, keputusan itu tidak langsung disetujui oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda karena mereka mencium ada sesuatu yang tidak wajar.

Meskipun di awal terhasut dengan tudingan dari abdi dalem, namun setelah uang yang diduga hilang itu dihitung kembali, nyatanya tidak ada kejanggalan apapun.

Tak lama setelah itu, Purboyo pun menghadap sultan bersama seorang asistennya. Dia pun melapor kalau yang menghitung uang bukanlah dirinya, melainkan sang asisten.

Sultan Hamengkubuwono VII memperkenankan peti uangnya untuk dikeluarkan. Setelah jumlah uangnya dihitung kembali oleh Purboyo di hadapan Sultan, ternyata jumlahnya sama.

Hal tersebut jelas menjadi bantahan mengenai tudingan dari Atma Suwito. Sultan pun ambil keputusan untuk memecat abdi dalem kepercayaannya hingga mengusirnya dari keraton.

Pada akhirnya, Pangeran Puruboyo memang ditakdirkan untuk menggantikan ayahnya. Pada 13 Juli 1924, ia dikukuhkan menjadi putra mahkota. Namun demikian, Residen Bijleveld mengusulkan kepada Sultan HB
VII agar Puruboyo melanjutkan pendidikan ke luar keraton.

Sultan HB VII memberikan izin kepada Puruboyo berangkat ke Belanda, untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pewaris tahta.

Hamengku Buwono VIII adalah sosok raja yang unik. Kegagalan ayahandanya hingga tiga kali berturutturut dalam proses kaderisasi calon raja membawanya pada semangat membangun kraton dalam tatanan baru seiring dengan arus modernisasi yang gaungnya makin deras.

Kegagalan itu rupanya memberinya ilham dan pelajaran yang sangat berharga atas realitas pengelolaan
suksesi politik raja. Rupanya HB VII tak salah pilih, sebab HB VIII yang dianggap titisan Dewa Wisnu adalah raja yang visioner.

Hampir seluruh anak lelaki utamanya dikirimkan ke sekolah-sekolah modern. Sang putera mahkotanya, GRM
Dorojatun, dikirimnya ke Negeri Belanda untuk mengenyam pendidikan di Rijksuniversiteit, Belanda.
Kebijakan ini kelak akan menjadi batu pijakan. pembentukan sikap nasionalisme penerus tahtanya yang
akan berdampak besar bagi berdirinya Republik Indonesia.***

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News