Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, OMBANG- Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngoro, Jombang, menggelar evaluasi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai standar, prosedur, dan bermanfaat optimal bagi masyarakat Kecamatan Ngoro.
Hadir dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Ngoro:
* Camat Kecamatan Ngoro, Jombang
Nur Evva Maylia,
* Kapolsek Iptu Susila SE
* Kapten Inf. Moch. Arifin
* Kepala Puskesmas dr. Rina Dewi, M.Kes
* Dinas Kesehatan dan penyedia katering.
Misalnya, Puskesmas melaporkan pemeriksaan kesehatan siswa penerima MBG yang lancar, sementara penyedia makanan menyoroti tantangan distribusi tepat waktu.
Camat Ngoro menekankan urgensi evaluasi berkala, terutama di tengah maraknya kasus keracunan makanan terkait MBG di Jawa Timur.
Baru-baru ini, pada 28/2/2026, 45 siswa SD di Kecamatan Diwek, Jombang, mengalami muntah-muntah dan diare usai konsumsi MBG akibat kontaminasi bakteri E. coli pada nasi dan ayam goreng—kasus serupa dengan insiden di Mojokerto (15/2/2026) menimpa 67 anak.
Di wilayah Ngoro sendiri, pada Januari 2026, tiga siswa MI Ngoro Madu mengalami gangguan pencernaan ringan pasca-MB G, diduga karena penyimpanan makanan tak higienis.
“Keberhasilan MBG bukan hanya pelaksanaan, tapi ketepatan sasaran, kualitas gizi, dan koordinasi ketat,” ujar Camat.
Forkopimcam menekankan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP), seperti pemeriksaan lab bahan baku harian, pelatihan higiene, dan verifikasi penerima.
Masukan forum, termasuk rotasi menu dan monitoring real-time via aplikasi, dijadikan bahan perbaikan.
Melalui evaluasi ini, Forkopimcam Ngoro optimis MBG berjalan lebih tertib, aman, dan berdampak nyata bagi ribuan siswa di 15 desa kecamatan.
Program nasional ini diharap terbebas dari risiko, mendukung tumbuh kembang anak sehat.**







