Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PAKISTAN– Muncul lagi aksi bom bunuh diri Pakistan di awal 2026 ini. Terjadi ledakan pada hari Jumat, 6 Februari 2026, saat jamaah melaksanakan Salat Jumat, menyebabkaan setidaknya 11 orang tewas dan menghancurkan Masjid di Islamabad.
Insiden sadis ini terjadi saat jamaah sedang berkerumun salah Jumat, di masjid Khadijah Tul Kubra di Islamabad. Lokasi di Tarlai Kalan, tenggara Islamabad, Pakistan.
Sumber polisi menyebut pelaku adalah pengebom bunuh diri yang meledakkan diri di pintu gerbang saat jamaah masjid sedang berkerumun.
Korban tewas dilaporkan berkisar 11-20 orang pada awalnya, dengan luka-luka melebihi 80 orang yang dibawa ke rumah sakit seperti PIMS.
Pemerintah daerah Islamabad di PM Pakistan mengutuk keras serangan ini sebagai aksi teror, sementara polisi mengerahkan tim forensik untuk menutup daerah untuk penyelidikan.
Serangan ini menyoroti kekhawatiran kekerasan sektarian di Pakistan, dengan otoritas yang masih menyelidiki motif dan kelompok pelaku. Belum ada klaim tanggung jawab resmi hingga laporan terbaru.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk keras serangan bom bunuh diri tersebut, menyatakan “kesedihan mendalam” atas korban mati dan luka-luka. Ia mengecam aksi kekerasan yang menargetkan tempat ibadah, seperti diberitakan media nasional.
Otoritas Islamabad mengonfirmasi sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari 80 luka-luka, dengan tim forensik dikerahkan untuk penyelidikan. Juru bicara polisi Taqi Jawad menyatakan proses investigasi masih berlangsung untuk mengkonfirmasi penyebab pasti.
Tidak, belum ada kelompok atau pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Masjid Khadija Tul Kubra di Islamabad pada 6 Februari 2026.
Polisi Islamabad mengkonfirmasi bahwa pelaku adalah seorang pengebom bunuh diri yang dicegat di gerbang masjid sebelum mencapai diri setelah salat Jumat. Penyelidikan forensik masih berlangsung tanpa identifikasi kelompok spesifik hingga laporan terbaru.
Belum ada klaim resmi seperti dalam serangan sebelumnya di Pakistan, meskipun masjid Syiah sering menjadi sasaran kelompok militan sektarian. Otoritas terus memantau perkembangan. **






