Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, SURABAYA-Menurunnya dominasi bulu tangkis Indonesia di tingkat Asia mendapat sorotan tajam dari Pengamat Bulu Tangkis Nasional, Achmad Budiharto. Minimnya wakil Indonesia yang menembus babak akhir Badminton Asia Championship (BAC) 2025 merupakan sinyal perlunya mengevaluasi PBSI.
“Ini realita yang harus kita hadapi. Ternyata di tingkat Asia, kita belum mendominasi,” ujar Budiharto dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (12/4/2025).
Budiharto, yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal PBSI, menyampaikan hanya dua wakil Indonesia yang lolos semifinal BAC 2025. Ia menegaskan kondisi ini seharusnya menjadi catatan serius seluruh elemen pengurus dan pelatih.
Mereka yang sehari-hari membina atlet di Pelatnas Cipayung menjadi pihak paling bertanggung jawab atas pencapaian ini. Karena itu, ia mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan.
Ia juga menyinggung kegagalan Indonesia dalam turnamen bulu tangkis di Eropa sebelumnya, yang berakhir tanpa satu gelar juara. Kegagalan di dua ajang besar ini mencerminkan adanya permasalahan struktural yang perlu segera dibenahi.
Meski demikian, Budiharto tetap mengapresiasi capaian dua pasangan Indonesia yang berhasil melaju ke semifinal. Ia memuji penampilan debutan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Mereka sukses mengalahkan unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, 21-15 dan 21-11. Ia juga mengapresiasi ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Mereka menyingkirkan wakil Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, 21-16 dan 21-17.
Dua wakil tersisa, akhirnya juga kandas dan tak satupun masuk final, apalagi juara. Memang kekuatan badminton kinimmerata tapi Tiongkok mampu mendominasi.***