Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Air Laut di Bawah Jembatan Suramadu Bercahaya, Begini Kata Ahli

badge-check


					Ilustrasi fenomena Bioluminesensi Perbesar

Ilustrasi fenomena Bioluminesensi

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Video penampakan air laut bercahaya di bawah Jembatan Suramadu viral di media sosial.

Video penampakan cahaya air laut di bawah Jembatan Suramadu itu pertama kali diunggah oleh akun Tiktok @gue_gusti pada Senin (28/7/2025).

Dalam video tersebut terlihat perekam sedang melintasi jembatan dan menunjukkan adanya cahaya berwarna biru dari air laut yang ada di bawah Jembatan Suramadu.

Ahli Biologi Laut sekaligus dosen Program Studi Kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Insafitri mengatakan, perlu dilakukan penelitian mendalam terkait fenomena tersebut. Ada kemungkinan, fenomena air laut bercahaya itu merupakan fenomena bioluminesensi.

“Kalau cahaya tersebut dihasilkan secara alami maka bisa jadi salah satunya bioluminesen,” ucapnya, Selasa (29/7/2025).

Bioluminesensi merupakan reaksi dari organisme laut yang menghasilkan cahaya. Secara spesifik, bioluminesensi disebabkan zat luciferine atau molekul yang menghasilkan cahaya pada biota laut yang beroksidasi dan enzim luciferase.

“Bioluminesensi organisme laut bisa disebabkan oleh bakteri, plankton, ubur-ubur, ikan, dan lainnya. Berbagai organisme itu juga banyak dijumpai di bawah Suramadu,” tuturnya.

Bioluminesensi biasanya dilakukan oleh organisme laut dengan beragam faktor. Di antaranya untuk mempertahankan diri dari predator, untuk menarik perhatian mangsa dengan mengeluarkan cahaya dan juga sebagai bentuk komunikasi.

“Ada juga karena memang mengeluarkan cahaya alami seperti ubur-ubur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, durasi terjadinya bioluminesensi di air laut juga beragam. Yakni dalam hitungan mili detik hingga berbulan-bulan.

“Untuk durasi waktunya tergantung dari spesies yang menghasilkan dan penyebabnya. Contoh jika cahaya itu dihasilkan untuk menghindari predator, maka cahaya itu akan bertahan sampai predatornya hilang,” tuturnya.

“Ada juga yang memang bisa mendegradasi bioluminesensi secara alami sehingga bisa memancarkan bioluminesensi dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Meski bioluminesensi umumnya terjadi di perairan dalam yang gelap, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di perairan selat Madura dengan kedalaman sekitar 40 meter hingga 80 meter itu.

“Memang di perairan di bawah Suramadu belum banyak laporan dan penelitian, namun fenomena itu tetap bisa terjadi karena itu di permukaan yang gelap,” ungkapnya.

Sedangkan di siang hari, bioluminesensi tidak bisa terlihat. Sebab terhalang oleh sinar matahari. Sehingga cahaya yang dihasilkan tidak dapat terlihat.

“Kalau siang hari sulit dilihat karena kalah dengan sinar matahari,” pungkasnya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

300 Ojol Kota Malang Antusias Sambut Pembebasan Tunggakan PKB

9 Agustus 2026 - 19:53 WIB

PPh 22 Ditunda, Tokopedia Refund Dana Pajak Penjual Paling Lambat 30 September

9 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Deposit Judol Saat Piala Dunia Tembus Rp 1,02 Triliun

9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Polda Metro Pastikan 995 dari 996 Senjata Temuan di Jaksel Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Karhutla Bromo Hanguskan 120 Hektare, Diduga Ulah Manusia

7 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Trending di Nasional