Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PASURUAN – Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, kota Pasuruan memang digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah tanpa identitas (Mrs. X) di area persawahan Desa Sambirejo, tepatnya di Dusun Babatan, Senin sore, 23 Maret 2026.
Petugas Polres Pasuruan Kota bersama tim identifikasi dan Pamapta (Patroli Masyarakat dan Pengayoman) dari Polres setempat.
Tim Inafis Polres Pasuruan Kota diterjunkan guna mengumpulkan bukti-bukti awal serta mencari petunjuk terkait keberadaan korban di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, mengonfirmasi bahwa saat ini identitas korban masih belum diketahui atau berstatus Mrs. X.
“Petugas dari Polsek Rejoso bersama Team INAFIS melakukan olah TKP selanjutnya mengevakuasi mayat tersebut ke RS Bhayangkara Porong,” ungkapnya. Petugas telah melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RSUD R. Soedarsono untuk autopsi.
Jenazah perempuan tersebut ditemukan di tengah sawah di Dusun Babatan, Desa Sambirejo, ketika sejumlah warga melintas dan mendapati sesosok jasad yang tidak dikenal.
Kondisi jasad disebut dalam posisi tidak biasa dan tanpa identitas, sehingga warga langsung melapor ke pihak kepolisian setempat.
Polisi dari Polsek Rejoso dan Satreskrim Polres Pasuruan diduga langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan jenazah.
Hingga keterangan awal diberitakan, identitas korban masih belum terungkap dan kasus masih dalam penyelidikan; polisi meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang ke kantor polisi.
Berdasarkan pemberitaan awal, ciri‑ciri fisik jenazah perempuan di Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Pasuruan, antara lain:
- Jenazah perempuan berusia diperkirakan sekitar 30–35 tahun, kondisi tubuh memprihatinkan dan sudah membusuk.
- Pada tubuh korban ditemukan tato bergambar sosok perempuan di paha kiri, yang menjadi salah satu ciri khusus utama dalam proses identifikasi.
- Ada kerusakan fisik pada pipi sebelah kanan dan kondisi wajah yang ikut mengalami perubahan akibat pembusukan, sehingga wajah sulit dikenali.
- Secara umum, korban disebut tidak membawa identitas dan pakaiannya sederhana, sehingga polisi masih mengandalkan ciri fisik seperti tato dan cirinya untuk memastikan identitas. **







