Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Cerita Hari Ini: Kematian Panembahan Senopati Timbulkan Pemberontakan Demak

badge-check


					Makam Pangeran Puger atau Raden Mas Kentol (Ist) Perbesar

Makam Pangeran Puger atau Raden Mas Kentol (Ist)

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Kematian Panembahan Senopati membuat permasalahan internal di Kerajaan Mataram. Memang pada akhirnya Mas Jolang atau yang disebut Pangeran Hanyakrawati naik tahta menggantikan ayahnya yang meninggal dunia.

Anak Panembahan Senopati, Pangeran Hanyakrawati, itulah yang akhirnya didaulat menjadi raja kedua di Kerajaan Mataram Islam. Tetapi pengangkatan ini diwarnai persoalan sendiri, pasalnya Mas Jolang berseteru dengan Pangeran Puger atau Raden Mas Kentol Kejuron, yang juga anak dari Panembahan Senopati dari selir bernama Nyi Adisara yang punya jasa menaklukkan Madiun.

Saat itu, putra pertama Senopati yang bernama Raden Rangga Samudra (lahir dari Rara Semangkin) telah meninggal sejak lama. Hal ini membuat Pangeran Puger sebagaimana dikutip dari buku “Babad Tanah Jawi”, dari Soedjipto Abimanyu, menjadi putra tertua dan merasa lebih berhak atas tahta Kesultanan Mataram daripada Mas Jolang.

Tapi pengangkatan Pangeran Hanyakrawati sebagai pewaris tahta Mataram memunculkan persoalan konflik keluarga Senopati. Anak keduanya Pangeran Puger konon sampai tidak sudi menghadap ke pertemuan kenegaraan di Mataram kala itu.

Menyadari hal itu, Hanyakrawati pun mengangkat kakaknya itu sebagai Adipati Demak. Meskipun demikian, Pangeran Puger tetap saja memberontak pada tahun 1602. Perang saudara selaku keturunan Panembahan Senopati pecah, karena dua anaknya yang berkuasa di Mataram dan Demak.

Akhirnya, pada tahun 1605, Pangeran Puger dapat ditangkap dan dibuang ke Kudus. Putra Pangeran Puger kemudian diangkat sebagai Bupati Pati, yang bergelar Adipati Pragola. Namun, ia kemudian memberontak terhadap pemerintahan Sultan Agung, putra Prabu Hanyakrawati pada tahun 1627.

Setelah berhasil memadamkan beberapa pemberontakan, takdir Pangeran Hanyakrawati justru berakhir ironis. Konon ia meninggal dunia saat berburu kijang di Hutan Krapyak pada tahun 1613. Penyebabnya disebabkan karena Mas Jolang mengalami kecelakaan, namun sebagian sumber menyatakan mangkatnya Panembahan Hanyakrawati merupakan suatu konspirasi politik.

Kerajaan Mataram, di bawah pimpinan Panembahan Hanyakrawati selama 12 tahun (601-1613), hanya sibuk mengurus berbagai pemberontakan saudara-saudaranya sendiri, serta ambisi kekuasaan berakhir seiring kematian sang raja. Pada Serat Nitik Sultan Agung, Panembahan Hanyakrawati disebutkan wafat secara misterius pada malam Jumat tanggal 1 Oktober 1613, berdasarkan Babad Sengkala, 1535 Jawa.

Penyebab kematiannya hingga kini tidak diketahui secara pasti, hanya dikisahkan bahwa Panembahan Hanyakrawati meninggal karena kecelakaan berburu kijang di Hutan Krapyak. Sementara itu, Babad Tanah Jawi memberitakan bahwa Panembahan Hanyakrawati meninggal di Krapyak karena sakit parah, tanpa kejelasan tentang penyakitnya.

Sumber lain, Babad Mataram, menyebutkan bahwa Panembahan Hanyakrawati wafat akibat diracun oleh Juru Taman Danalaya, abdi kesayangan raja sendiri. Abdi ini dikisahkan sering kali menimbulkan keonaran di lingkungan dengan menyamar menjadi Raja, sehingga menyesatkan para istri dan selir Raja. Kisah ini juga diinterpretasikan dalam “Suluk yang berisikan wejangan mistik Kanjeng Sunan Bonang pada abdi kesayangan Raja Majapahit. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Seger pool! Berbuka Puasa dengan Es Pisang Ijo, Begini Cara Membuatnya

15 Februari 2026 - 10:11 WIB

Prawan Kenes: Kudapan Legendaris dari Istana Yogyakarta

1 Februari 2026 - 13:04 WIB

Cari Tahu asal-usul dan Makna Tradisi Nyadran di Yogyakarta saat Bulan Ruwah

26 Januari 2026 - 09:10 WIB

Kawuk Raja dari Madiun Bersertipkat BRIN: Gurih Mewah Saingan Berat Durian Musang King

16 Januari 2026 - 22:19 WIB

Belajar bikin Nastar yuk.. Coba Jualan di Hari Raya

5 Januari 2026 - 12:24 WIB

Coba ini, Es Semangka Susu Selasih

5 Januari 2026 - 12:17 WIB

Tahun 2026 Jumlah Angka 10: Melahirkan Pemimpin dan Inovator Baru!

31 Desember 2025 - 21:23 WIB

Jovita Pearl, Lady Rocker Muda yang Lagi Naik Daun

31 Desember 2025 - 20:16 WIB

Spiritualis Nusantara Lakukan Ritual di Candi Gedhong Songo

29 Desember 2025 - 09:28 WIB

Trending di Uncategorized