Menu

Mode Gelap

Mimbar Rakyat

Instruksi Megawati Memperburuk Citra Partai, Ada 4 Poin

badge-check


					Instruksi Megawati Memperburuk Citra Partai, Ada 4 Poin Perbesar

Opini : Aditya  | Editor : Priyo Suwarno 

KREDONEWS.COM-SURABAYA: Suhu perpolitikan di Indonesia semakin panas! Efek dari KPK menahanan Sekjen PDI-P Hasto Kristianto. Hanya selisih jam saja, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melakukan respon cepat, dengan cara menerbitkan Surat Perintah Harian bernomor 7294/IN/DPP/II/2025, Kamis malam 20 Februari 2025.

Dalam surat itu Megawati memberikan dua instruksi utama:

* Kepala daerah dan wakilnya diminta menunda perjalanan ke retret di Magelang yang dijadwalkan pada 21-28 Februari 2025. Jika sudah dalam perjalanan, mereka diminta berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut.

* Para kader diminta selalu mengaktifkan alat komunikasi dan siap menerima panggilan dari partai.

Sebagai pemimpin partai politik hal ini sesungguhnya biasa-biasa saja, ada aksi dan reaksi. Akan tetapi, sikap formal yang diambil oleh Megawati ini mengandung risiko politik besar dalam proses berbanga dan bernegara.

Reaksi Megawati menunjukkan bahwa bahwa cara pikir dan cara perilaku politik di Indonesia juga justru memperburuk citra PDI-P sendiri, karena:

1. Kurang Komitmen Anti-Korupsi: Semestinya Megawati melakukan evaluasi kedalam atau Internal terkait kasus Hasto. Alih-alih mengambil langkah tegas seperti dilakukan Partai Biru, Ini Partai Merah malah fokus pada ‘menutupi’ masalah daripada memperbaiki akar masalah korupsi di tubuh partai.

2. Bukan Petugas Rakyat tetapi Petugas Partai: Keputusan sepihak dari Megawati tanpa penjelasan transparan dapat dilihat sebagai sikap sentralistik dan tidak menghargai otonomi kepala daerah dalam mengambil keputusan. Alih alih otonomi daerah, ini menjadikan kepala daerah menjadi petugas partai.

3. Menghambat Koordinasi Program: Pembangunan daerah bisa tertanggu dan tidak sejalan dengan program pusat yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Bisa saja retret direncanakan untuk menyusun arah pembangunan daerah, yang sejalan dengan pusat. Nah kalau kepala daerah tidak datang, berisiko mengganggu koordinasi dan kinerja kepala daerah PDI-P.

4. Politik Survival Ketimbang Reformasi: Langkah ini mungkin mencerminkan prioritas Megawati untuk menjaga stabilitas kekuasaan di internal PDIP ketimbang melakukan reformasi struktural pasca skandal korupsi. Apalagi Megawati merangkap jabatan Sekjen, dan tidak menunjuk Plt, itu jelas untuk mengamankan kekuasaan saja, bukan semangat reformasi.** artikel adalah opini

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sereal Cocok Untuk Penderita Dibates, Mitos atau Fakta

12 Februari 2026 - 14:48 WIB

Tan Shot Yen: MBG Jadi Mesin Polarisasi, Bukan Solusi Gizi

10 Februari 2026 - 21:24 WIB

OTT di Kanwil Pajak Jakarta, KPK Ringkus 8 Orang Terduga Suap Pengurangan Pajak

10 Januari 2026 - 18:23 WIB

Warga Desa Kumitir Tolak Kandang Ayam di Dusun Bendo

18 Desember 2025 - 16:41 WIB

Ponpes Ambruk: Pakar Hukum Sebut Tanggung Jawab Tidak Hilang Karena Niatan Ini

22 Oktober 2025 - 11:18 WIB

Master Kebijakan Publik Tsinghua Soroti 6 Menteri Berkinerja Buruk Namun Dipertahankan

19 Oktober 2025 - 14:54 WIB

Seribu Gagasan Omah Ndhuwur”: Suara Bangunrejo dari Stigma Menuju Kebanggaan

17 Oktober 2025 - 18:06 WIB

Viral, Guru SD di Jember Berani Protes Keras MBG, Bukan Bergizi tapi Racun

27 September 2025 - 18:03 WIB

Pakai Sandal dan Celana Pendek, Bayar Pajak di Samsat Ditolak, Balasan Netizen Monohok

24 September 2025 - 03:59 WIB

Trending di Mimbar Rakyat