Menu

Mode Gelap

News

Cerita Hari Ini: Kerajaan Mataram Islam Pernah Punya Raja Bertahta Sehari

badge-check


					Ilustrasi Sultan Agung pengganti raja seari/Ist Perbesar

Ilustrasi Sultan Agung pengganti raja seari/Ist

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Peristiwa di Kerajaan Mataram memang boleh dikata penuh drama. Dalam kisah ini kerajaan ini pernah punya raja yang hanya bertahta sehari.

Dialah Raden Martapura, lahir sebagai Raden Mas Wuryah.

Dia adalah putra Raden Mas Jolang atau Pangeran Anyakrawati dengan Ratu Tulangayu dari Ponorogo.

Raden Martapura adalah adik dari Raden Mas Jatmika yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Agung.

Raden Martapura lahir pada 1605 di Kotagede, ibu kota Mataram pertama.

Tapi sayang, Raden Martapura lahir dalam kondisi tuna grahita di mana sarafnya berkembang dengan kurang baik.

Tapi Raden Mas Jolang sudah terlanjur berjanji kepada istrinya, maka Raden Martapura tetap diangkat sebagai Raja Mataram Islam walau cuma sehari.

Raden Martapura memiliki nama asli Raden Mas Wuryah.

Dia lahir pada 1605 dari istri Pangeran Hanyakrawati yang bernama Ratu Tulungayu, yang berasal dari Ponorogo.

Ratu Tulungayu adalah garwa padmi atau istri utama dari Pangeran Hanyakrawati, yang sebelumnya tidak juga dikaruniai anak.

Sebelum menjadi raja, Raden Mas Jolang pernah berjanji kepada Ratu Tulangayu bahwa kelak anaknya akan diangkat sebagai Adipati Anom (Putra Mahkota).

Raden Mas Jolang kemudian menjadi raja Mataram kedua pada 1601 menggantikan sang ayah, Panembahan Senopati.

Karena Ratu Tulangayu tak kunjung hamil, Raden Mas Jolang lalu menikah lagi.

Kali ini dengan Dyah Banowati putri Pangeran Benawa.

Dari perkawinan ini lahirlah Raden Mas Jatmika pada tahun 1593.

Ketika Pangeran Hanyakrawati sudah naik takhta sebagai raja Mataram, Ratu Tulungayu baru melahirkan Raden Mas Wuryah pada tahun 1605.

Namun, sayangnya Raden Mas Wuryah tumbuh menjadi penderita tuna grahita karena perkembangan syarafnya kurang baik.

Ia tidak memiliki kemampuan intelektual dan adaptasi sosial yang normal.

Dia juga tidak dapat belajar keterampilan sekolah atau bekerja secara mandiri.

Pada tahun 1613, Pangeran Hanyakrawati meninggal dunia akibat sakit saat berburu di hutan Krapyak.

Ia sempat berwasiat agar takhta Mataram diserahkan kepada Raden Mas Jatmika, yang dianggap lebih layak memimpin Mataram karena memiliki kecerdasan dan kharisma yang tinggi.

Tapi karena Raden Mas Jolang pernah berjanji pada Ratu Tulungayu, maka Raden Mas Wuryah harus dijadikan raja walau cuma satu hari.

Raden Mas Wuryah pun naik takhta dengan gelar Pangeran Martapura dan memerintah selama satu hari.

Kemudian takhtanya digantikan oleh Sultan Agung.

Tidak banyak yang diketahui tentang nasib Raden Martapura setelah dia turun takhta.

Yang jelas, dia hidup dalam perlindungan dan pengawasan keluarga dan kerabatnya.

Barangkali dia juga tidak ingat pernah menjadi raja Mataram selama sehari.

Begitulah cerita sedih Raden Martapura, rela memberikan takhta kerajaan Mataram kepada sang kakak, walau sebenarnya dia adalah pewaris sah takhta Mataram Islam.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Beji Banjir Hingga 70 Cm, Jalur Pantura Lewat Pasuruan Tutup Total Dialihkan ke Pandaan

24 Maret 2026 - 20:59 WIB

One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai Hari Ini (24/3)

24 Maret 2026 - 20:51 WIB

Elf Angkut 21 Penumpang Rem Blong Terbalik di Majalengka, Enam Orang Bersaudara Tewas

24 Maret 2026 - 20:29 WIB

Pengemudi Positif Narkoba, Mobil Xenia Menyantap Dua Wanita Hingga Tewas di Depan PG Candi

24 Maret 2026 - 17:21 WIB

Drama KPK Soal Status Yaqut Qoumas, Kembali Lagi ke Rutan sejak Senin 23 Maret 2026

24 Maret 2026 - 12:13 WIB

Ada Tato di Paha Kiri, Jasad Perempuan Ditemukan di Sambirejo Pasuruan

24 Maret 2026 - 10:34 WIB

Ledakan di Pekalongan, setelah Tujuh Jam Dirawat Satu dari Tiga Korban Meninggal Dunia

24 Maret 2026 - 09:52 WIB

Ikuti Jejak Yaqut Qoumas, Emmanuel Ebenezer Ajukan Status Tahanan Rumah ke KPK

23 Maret 2026 - 20:06 WIB

Tambang Batubara Ilegal di Kukar Rp 2,6 Triliun, Bermuara pada Sohat dan Sohut Chairil Bersaudara

23 Maret 2026 - 16:01 WIB

Trending di News