Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Indonesia Jadi Anggota Penuh BRICS, Begini Tanggapan Dosen UNAIR

badge-check


					Indonesia Jadi Anggota Penuh BRICS, Begini Tanggapan Dosen UNAIR Perbesar

KREDONEWS, SURABAYA – Bergabungnya Indonesia secara resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Senin, 6 Januari 2025 lalu menjadi perbincangan hangat tidak hanya oleh netizen, namun juga masyarakat secara keseluruhan. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah Brazil yang memegang jabatan sebagai presiden BRICS pada 2025. Indonesia sukses diakui menjadi anggota BRICS setelah melewati proses konsensus anggota pada 2023 silam.

Menanggapi perihal tersebut, Radityo Dharmaputra S.Hub.Int., M.Hub.Int, dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR) angkat suara. Dilansir dalam unair.ac.id, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS tidak memberikan manfaat yang signifikan pada negara.

Menurut Radityo, bergabungnya Indonesia ke BRICS tidak memberikan keuntungan yang jelas. Terlebih adanya negara anggota BRICS yang merupakan poros penantang negara barat dalam sektor ekonomi menjadikan Indonesia berada pada posisi yang sulit tanpa adanya keuntungan yang pasti bagi negaranya.

“Hal ini menjadi masalah ketika tidak jelas ada keuntungan apa yang bisa diperoleh Indonesia. Secara ekonomi Indonesia sudah bisa bekerjasama dengan anggota-anggota BRICS tanpa perlu bergabung. Karena itu, bergabungnya Indonesia dengan BRICS tidak memberikan suatu keuntungan yang pasti bagi negara,” ungkapnya.

Beliau menyebut bergabungnya Indonesia dalam BRICS memiliki risiko tersendiri yang mana BRICS merupakan kumpulan negara-negara berkembang seperti Brazil, Russia, India dan China yang memiliki tujuan meningkatkan dominasi perekonomian di kancah global. Organisasi itu digadang sebagai penantang negara barat dalam bidang ekonomi.

“Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS memberikan sentimen dari negara barat pada Indonesia. Konsekuensinya adalah kita akan dipandang sebagai bagian dari blok China-Rusia oleh negara barat. Kita butuh diversifikasi investor agar tidak tergantung pada negara tertentu, seperti kata Menlu. Jangan sampai, bergabungnya kita ke BRICS malah dipandang kita meninggalkan Barat,” ungkapnya.

Secara global, Radityo menyebut bahwa BRICS belum memberikan pengaruh yang jelas bagi eksistensi Indonesia. Ia menilai hal ini merupakan bentuk langkah Presiden Prabowo untuk diakui sebagai pemimpin global. Hal ini semakin diperkuat dengan adanya risiko semakin buruknya hubungan Indonesia dengan barat.

”Selanjutnya, Indonesia perlu mengambil keputusan secara hati-hati dalam setiap langkah globalnya. Dalam hal ini harus ada mitigasi dengan cara menguatkan kerja sama dengan AS dan Uni Eropa sebagai penyeimbang. Kalau tidak, harganya terlalu mahal untuk kita,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Trending di Internasional