Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno.
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Kebanggaan luar biasa datang dari Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Durian Madu, varietas unggulan milik Bapak Lukman, resmi dinobatkan sebagai Juara Pertama Kontes Durian Wonosalam 2026.
Pengumuman hasil penilaian disampaikan pada penutupan acara yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Wonosalam, Minggu, 11 Oktober 2026.
Berdasarkan penilaian dewan juri yang dilakukan secara transparan dan terbuka, berikut daftar pemenang resmi:
* Juara 1 Durian Madu Bapak Lukman Desa Sambirejo
* Juara 2 Durian Vaneli 1 Ibu Miasih Desa Jarak
* Juara 3 Durian Kuweni Ibu Miasih Desa Jarak
Juara I
Durian Madu milik Lukman ini dinilai unggul secara menyeluruh, terutama pada kualitas daging buah yang tebal, tekstur halus, biji relatif kecil, serta rasa manis yang lembut dan tidak menyengat.
Pohon durian ini tumbuh subur di kebun warga Desa Sambirejo dan berusia sekitar 35 tahun.
Seperti ketentuan yang berlaku, buah ini dipastikan jatuh secara alami dari pohonnya sebelum dibawa ke lokasi kontes.
91 Peserta
Kontes Durian Wonosalam tahun ini diikuti sebanyak 91 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Wonosalam.
Aturan mainnya dirancang khusus untuk menggali kekayaan durian lokal yang belum terungkap:
– Harus jatuh alami — tidak boleh dipetik, digoyang, atau dipercepat pematangannya
– Varietas baru — varietas yang sudah dikenal luas seperti Durian Bido tidak diperbolehkan ikut serta
– Penilaian terbuka — skor dan nilai ditampilkan langsung di lokasi acara
Hadiah
Penyerahan hadiah bagi para juara tidak dilakukan saat penutupan kontes, melainkan akan dilaksanakan secara istimewa dalam rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-116, tepatnya pada acara Jombang Fest tanggal 21 Oktober 2026.
Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si., hadir langsung bersama Wakil Bupati Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Agus Purnomo, S.H., M.Si. Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, juga hadir didampingi Ketua 1 TP PKK Kabupaten Ema Erfina Salmanudin dan Lilik Agus Purnomo Ketua DWP Kabupaten Jombang.
Gali Potensi Daerah
Bupati Warsubi dalam sambiutnya menegaskan pentingnya kontinuitas penggalian potensi lokal.
“Kontes ini adalah upaya kita untuk menggali potensi durian lokal Wonosalam dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jombang. Kita ingin menemukan varietas lokal unggulan baru berdasarkan kualitas buah dan karakteristiknya untuk dibudidayakan lebih luas,” tegas Bupati Warsubi.
Bupati berharap dan memastikan durian tetap menjadi tuan di rumahnya sendiri, Wonosalam, Kabupaten Jombang serta membawa kesejahteraan yang nyata bagi para petaninya.
Aturan dalam kontes tahun ini pun sangat ketat dan unik.
Pertama, Murni Durian Jatuhan: Seluruh durian yang dilombakan wajib merupakan durian yang jatuh alami dari pohon, menjamin tingkat kematangan dan kualitas rasa yang optimal.
Kedua, Varietas Lokal Baru: Durian yang sudah punya nama besar seperti Durian Bido dilarang ikut. Ajang ini khusus dialokasikan bagi varietas lokal yang belum pernah dikonteskan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2012, Pemkab Jombang konsisten mendaftarkan kekayaan genetik durian lokal ke Kementerian Pertanian.
Diantaranya Durian Bido, Durian Mrico dan Durian SW (Sukoco Wonosalam) yang buahnya hampir tanpa biji. Dan kini, pencarian varietas unggul baru berlanjut.
Antusiasme para petani terlihat sangat tinggi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, M.M., mengungkapkan bahwa pendaftaran dibuka secara dinamis. Begitu ada durian lokal unggulan yang jatuh dari pohon, petani bisa langsung mendaftarkannya ke panitia
Hal ini bertujuan memberikan penghargaan yang layak bagi para petani di hadapan masyarakat luas dan tamu undangan yang hadir.
Kemenangan Durian Madu milik Bapak Lukman membuktikan bahwa di kebun-kebun warga Wonosalam masih tersembunyi varietas-varietas unggulan yang luar biasa
Semoga keberhasilan ini menginspirasi lebih banyak petani untuk terus melestarikan pohon durian lokal mereka, sehingga nama-nama baru dari Wonosalam terus bermunculan dan menjadi kebanggaan Jombang, Jawa Timur, bahkan Indonesia.
Selamat kepada Bapak Lukman, Ibu Miasih, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi!**

















