Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SURABAYA— Terjadi kegemparan di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Senin pagi ini, 11 Mei 2026.
Ratusan siswa dari 12 sekolah di wilayah itu jatuh sakit serentak setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian ini jadi sorotan karena untuk pertama kalinya lauk yang disajikan berupa daging sapi, padahal sebelumnya hanya sayur, telur, atau tempe.
Tak lama setelah makan, siswa mulai mengeluh mual, muntah, pusing, lemas, hingga perut melilit, dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh serta RSIA IBI Dupak.
Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Puskesmas setempat, total korban tercatat 197 orang, dengan rincian jelas per jenjang pendidikan:
- TK: 27 orang (TK Aletheia, TK Ubaid)
- SD: 124 orang (SDN Tembok Dukuh 1, 3, 4;
- SD Aletheia; SD Pancasila; SD Ubaid 1; SD Demak Jaya; SD Muhammadiyah) — jumlah terbanyak, SDN Tembok Dukuh 3 tercatat 29 siswa
- SMP: 49 orang (SMP Aletheia, SMP Islam Tembok Dukuh, SMP Ubaid)
Kepala Puskesmas drg. Tyas Pranadani menjelaskan, gejala yang muncul seragam dan kuat dugaan ada masalah pada bahan daging yang baru pertama kali dipakai itu.
“Biasanya menunya sederhana, hari ini baru pertama ada daging. Guru dan siswa bilang rasanya agak berbeda. Hampir semua yang makan daging itu yang sakit. Kami curiga daging kurang segar atau proses pengolahan kurang higienis,” ujarnya.
Kondisi korban mayoritas ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah penanganan awal. Hanya 3 siswa yang harus dirawat inap dan 5 lainnya masih dalam observasi medis, kondisi kian membaik dan tak ada ancaman nyawa.
Tim laboratorium Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel sisa makanan, potongan daging, dan bahan baku lainnya untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti.
Kepala Dinkes Surabaya menyampaikan permohonan maaf mendalam ke seluruh orang tua, dan menegaskan akan telusuri siapa yang bertanggung jawab.
Penyedia jasa pengolahan makanan juga sudah meminta maaf, mengaku baru pertama kali menangani menu daging dan berjanji perbaiki prosedur.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung memerintahkan penghentian sementara pasokan dari dapur tersebut.
“Program ini tujuannya baik untuk gizi anak, tapi malah bikin sakit. Kami pastikan ini jadi pelajaran, aturan diperketat, dan kejadian serupa tak terulang lagi,” tegasnya.**







