Menu

Mode Gelap

News

Baru Dapat Menu Daging: 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya Keracunan

badge-check


					Mengapa masih terus terjadi? Kapan bisa dihentika kejadian keracunan menu dari MBG ini. Senin, 11 Mei 2026, sebanyak 197 siswa SD dan SMP di Tembokdukuh Surabaya, tertimpa keracunan menu daging. Foto: ist Perbesar

Mengapa masih terus terjadi? Kapan bisa dihentika kejadian keracunan menu dari MBG ini. Senin, 11 Mei 2026, sebanyak 197 siswa SD dan SMP di Tembokdukuh Surabaya, tertimpa keracunan menu daging. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA— Terjadi kegemparan di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Senin pagi ini, 11 Mei 2026.

Ratusan siswa dari 12 sekolah di wilayah itu jatuh sakit serentak setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian ini jadi sorotan karena untuk pertama kalinya lauk yang disajikan berupa daging sapi, padahal sebelumnya hanya sayur, telur, atau tempe.

Tak lama setelah makan, siswa mulai mengeluh mual, muntah, pusing, lemas, hingga perut melilit, dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh serta RSIA IBI Dupak.

Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Puskesmas setempat, total korban tercatat 197 orang, dengan rincian jelas per jenjang pendidikan:

  • TK: 27 orang (TK Aletheia, TK Ubaid)
  •  SD: 124 orang (SDN Tembok Dukuh 1, 3, 4;
  • SD Aletheia; SD Pancasila; SD Ubaid 1; SD Demak Jaya; SD Muhammadiyah) — jumlah terbanyak, SDN Tembok Dukuh 3 tercatat 29 siswa
  • SMP: 49 orang (SMP Aletheia, SMP Islam Tembok Dukuh, SMP Ubaid)

Kepala Puskesmas drg. Tyas Pranadani menjelaskan, gejala yang muncul seragam dan kuat dugaan ada masalah pada bahan daging yang baru pertama kali dipakai itu.

“Biasanya menunya sederhana, hari ini baru pertama ada daging. Guru dan siswa bilang rasanya agak berbeda. Hampir semua yang makan daging itu yang sakit. Kami curiga daging kurang segar atau proses pengolahan kurang higienis,” ujarnya.

Kondisi korban mayoritas ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah penanganan awal. Hanya 3 siswa yang harus dirawat inap dan 5 lainnya masih dalam observasi medis, kondisi kian membaik dan tak ada ancaman nyawa.

Tim laboratorium Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel sisa makanan, potongan daging, dan bahan baku lainnya untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti.

Kepala Dinkes Surabaya menyampaikan permohonan maaf mendalam ke seluruh orang tua, dan menegaskan akan telusuri siapa yang bertanggung jawab.

Penyedia jasa pengolahan makanan juga sudah meminta maaf, mengaku baru pertama kali menangani menu daging dan berjanji perbaiki prosedur.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  langsung memerintahkan penghentian sementara pasokan dari dapur tersebut.

“Program ini tujuannya baik untuk gizi anak, tapi malah bikin sakit. Kami pastikan ini jadi pelajaran, aturan diperketat, dan kejadian serupa tak terulang lagi,” tegasnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Brigpol Arya Supena Gugur, Polda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Tesangka Pelaku

11 Mei 2026 - 21:17 WIB

Target B50 Juli 2026, Pemerintah Antisipasi Kendala Teknis

11 Mei 2026 - 19:47 WIB

Paripurna Raperda Jasa Bangunan Jombang, Hadi Atmaji: Persilakan Bupati untuk Disempurnakan

11 Mei 2026 - 18:07 WIB

Pegadaian XII Surabaya Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

11 Mei 2026 - 14:33 WIB

Diduga Laka Tunggal Jasad Mahasiswa Jombang Hanyut di Saluran Irigasi Megaluh

11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Rem Blong di Ngadas dan Ngantang, 2 Hari Beruntun 12 Orang Lukaluka

11 Mei 2026 - 01:15 WIB

Sebulan 128 Besi Penutup Goronggorong Amblas di Surabaya, Polisi Ringkus Dua Pelaku di Ngagel

11 Mei 2026 - 00:39 WIB

Pencuri Mangga Tewas di Bontang, Kerabat Korban Menyerang Pemililk Rumah

10 Mei 2026 - 23:10 WIB

Guru Predator Siswi SMPN Kepanjeng Malang Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:18 WIB

Trending di News