Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

badge-check


					Laptop gak laku Perbesar

Laptop gak laku

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ledakan kecerdasan buatan (AI) mulai memukul pasar komputer global. Penjualan motherboard anjlok di tengah kelangkaan komponen yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Fenomena ini dipicu oleh kelangkaan chip global yang makin parah akibat tingginya permintaan infrastruktur AI. Produsen semikonduktor seperti Nvidia, Intel, dan AMD kini lebih fokus memproduksi chip AI dibanding chip untuk komputer konsumen.

Akibatnya, harga komponen penting seperti RAM, SSD, hingga prosesor melonjak dalam enam bulan terakhir. Konsumen dengan dana terbatas akhirnya memilih mempertahankan perangkat lama dan menunda upgrade PC.

Dampaknya mulai terasa di industri motherboard global. Berdasarkan laporan Digitimes, empat produsen motherboard terbesar dunia ramai-ramai memangkas target penjualan mereka tahun ini.

Asus, misalnya, diperkirakan hanya mampu menjual sekitar 10 juta motherboard pada 2026, turun 33% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 15 juta unit.

Sementara itu, Gigabyte merevisi target penjualannya menjadi 9 juta unit dari sebelumnya 11,5 juta unit. Adapun MSI memangkas proyeksi menjadi 8,4 juta unit dari 11 juta unit pada tahun lalu.

Kondisi paling berat dialami ASRock. Perusahaan itu diprediksi mengalami penurunan pengiriman hingga 37%, dari 4,3 juta unit menjadi hanya 2,7 juta unit sepanjang tahun ini.

Mengutip TomsHardware, Minggu (10/5/2026), secara keseluruhan, pasar motherboard global diperkirakan menyusut hingga 28% pada 2026.

Selain faktor mahalnya komponen, pasar PC juga kehilangan momentum karena minimnya inovasi produk baru. AMD masih mempertahankan platform AM5, sementara prosesor generasi terbaru Intel Nova Lake baru dirilis akhir tahun ini.

Di sisi lain, Nvidia juga belum meluncurkan seri RTX 50 Super, sementara rumor menyebut seri RTX 60 baru akan hadir pada 2028. Kondisi ini membuat banyak pengguna merasa belum perlu mengganti perangkat mereka sekarang.

Meski begitu, produsen motherboard belum sepenuhnya terpukul. Beberapa perusahaan seperti Asus, Gigabyte, dan ASRock mulai mengalihkan bisnis ke server AI untuk menangkap peluang dari pembangunan pusat data raksasa oleh perusahaan hyperscaler global.

Bagi konsumen, kondisi ini menjadi kondisi yang dilematis. Harga komponen PC terus naik akibat demam AI, tetapi di sisi lain retailer mulai menawarkan diskon motherboard demi menghabiskan stok yang menumpuk.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional