Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Kamis malam, 2 April 2026, berubah mencekam di KM 689+500 Tol Jombang-Mojokerto (Jomo). Bus PO Restu bernomor polisi N 7088 UG, yang dikemudikan sopir Nuril, tiba-tiba oleng liar saat meluncur dari Madiun menuju Surabaya.
Diduga bus itu mengalami pecah ban belakang kanan menjadi pemicu bencana: kendaraan kehilangan kendali, menyusup ke median jalan, lalu terguling dramatis, melintang menghadang lajur berlawanan.
Bayangkan kekacauan itu—34 penumpang, termasuk sopir dan kondektur, berhamburan keluar. Beberapa tergeletak di bahu jalan dan parit median, dikelilingi kepanikan di bawah cahaya lampu tol yang redup.
Sekitar pukul 20.00-20.30 WIB, sirene ambulans memecah kesunyian malam. Puluhan tim medis dari RS terdekat, termasuk RSUD Jombang, berlomba-lomba evakuasi korban. Satu nyawa tak terselamatkan, sementara 11-15 orang lainnya mengalami luka berat.
Kepanikan penumpang pun pecah, dengan teriakan dan usaha menyelamatkan diri di tengah kabin yang gelap.
Michel berhasil selamat meski mengalami luka di wajah dan kehilangan barang bawaannya. Suasana mencekam masih teringat jelas di benak Michel Gilbert, penumpang bus Restu yang mengalami kecelakaan di ruas Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (2/4/2026).
Pria asal Surabaya itu menjadi salah satu korban yang selamat dari insiden tergulingnya bus di KM 687, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, demikian mengutip insatgram@infoseputarjombang.
Dengan wajah masih menyisakan bayang-bayang kengerian, Michel menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu, bus yang ia tumpangi melaju dengan kondisi penumpang penuh.
“Awalnya bus terasa oleng. Saya sempat berpikir mungkin sopir menghindari sesuatu. Tapi tiba-tiba langsung terguling,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com saat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang.
Menurutnya, kejadian berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, kepanikan melanda seluruh penumpang saat badan bus terbalik.
Beberapa penumpang berteriak, sementara yang lain berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan sempit di dalam kabin. “Terguling itu seperti menghindari sesuatu, jadi langsung terbalik gitu,” katanya.
Kronologi
-
Awal Perjalanan: Bus penuh sesak meninggalkan Madiun, melaju kencang di jalur cepat Tol Jomo.
-
Pecah Ban Fatal: Di KM 689+500 jalur A, ban belakang kanan meledak, bus oleng ke kanan.
-
Terguling ke Median: Kendaraan terperosok ke parit tengah, terguling, dan berhenti melintang—kecelakaan tunggal tanpa tabrakan lain.
-
Kepanikan di TKP: Penumpang terlempar, berhamburan di badan jalan dan median.
-
Respon Cepat: Polisi PJR Jatim 3, Jasa Marga, dan Astra Tol Jomo langsung olah TKP, atur lalu lintas, serta bantu evakuasi.
Arus mudik dari Jombang ke Surabaya tersendat berjam-jam akibat proses penanganan. Hingga kini, daftar lengkap nama 11 korban luka berat yang dirawat belum dirilis media mana pun.
Jasa Marga mengonfirmasi insiden di KM 689+500 sebagai kecelakaan tunggal, dengan tim mereka turun tangan penuh.
Kejadian ini jadi pengingat pahit: keselamatan di jalan tol tak boleh diremehkan, terutama di malam buta.







