Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan, dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 400 triliun dan pembangunan 3 juta rumah rakyat per tahun sebagai “mesin penggerak” utama.
Pernyataan ini disampaikan saat memaparkan strategi ekonomi di Jakarta, Sabtu (21/3/2026), di tengah pertumbuhan ekonomi 2025 yang hanya 5,03 persen (data BPS).
Pemerintahan Prabowo mengaitkan ambisi ini dengan penciptaan puluhan juta lapangan kerja melalui program infrastruktur, sosial, dan peningkatan produktivitas rakyat. MBG, yang menyasar 82 juta penerima termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan keluarga miskin, diharapkan tingkatkan kualitas SDM serta daya beli masyarakat.
Secara ekonomi, MBG diproyeksikan dorong aktivitas UMKM pangan, distribusi logistik, dan tenaga kerja lokal.
Analis ekonomi dari Core Indonesia, Pujo Iqbal, menilai program ini bisa kontribusi 0,5-1 persen terhadap PDB melalui multiplier effect konsumsi, mirip dampak program serupa di Brasil yang tingkatkan pertumbuhan 0,8 persen.
Sementara itu, program perumahan rakyat fokus pada subsidi FLPP dan target 3 juta unit hunian layak bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
KemenPUPR catat backlog perumahan nasional mencapai 12,7 juta unit; inisiatif ini diprediksi serap 1,5 juta tenaga kerja per tahun di sektor konstruksi dan industri bahan bangunan.
Pelaku ekonomi menyambut positif. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyatakan program ini berpotensi picu konsumsi rumah tangga hingga Rp 500 triliun dan kurangi pengangguran struktural. Namun, ia ingatkan perlu koordinasi antar-kementerian agar target 8 persen realistis di tengah tantangan inflasi global.
Penegasan Prabowo ini pertama kali tersorot luas pada 21-22 Maret 2026, meski isu serupa muncul sejak akhir Februari. Pemerintah optimis target tercapai dengan eksekusi cepat program unggulan ini. **







