Menu

Mode Gelap

News

Menolak Dieksekusi Masuk Penjara, Marwan Berontak Pecahkan Kaca Mobil Kejati Babel

badge-check


					Marwan mantan Kadis LH dan Kehutanan Bangka Belitung berontak. Ia menolak ditangkap dan dimasukkan penjara, Jumat 6 Maret 2026. Foto: Istimews Perbesar

Marwan mantan Kadis LH dan Kehutanan Bangka Belitung berontak. Ia menolak ditangkap dan dimasukkan penjara, Jumat 6 Maret 2026. Foto: Istimews

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BABEL— Suasana tegang menyelimuti Masjid Jabal Nur, Desa Bukit Betung, Sungailiat, Bangka, usai salat Jumat 6 Maret 2026.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Marwan, tiba-tiba diringkus tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel.

Dengan meronta-ronta dan berteriak “Ini semua rekayasa, saya sudah bebas!”, pria yang juga eks Sekretaris DPRD Babel itu melawan petugas dan anggota TNI.

Tali pengikat tangannya pun lepas, sebelum ia menendang kaca mobil Toyota Innova hitam hingga remuk.

Kerugian negara Rp24 miliar dari korupsi lahan sawit 1.500 hektare kini menjeratnya kembali.

Penangkapan ini eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) No. 9117 K/Pid.Sus/2025 tanggal 13 November 2025 yang sudah inkrah: 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Marwan digiring ke Kantor Kejati Babel di Pangkalpinang, menutup babak panjang penyalahgunaan wewenang di sektor kehutanan.

Kronologi Kasus Korupsi Lahan Sawit

* Periode Korupsi: Marwan terlibat izinkan pemanfaatan hutan lindung 1.500 hektare untuk perkebunan sawit PT Narina Keisya Imani (NKI) di Desa Kotawaringin, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka—rugi negara Rp24 miliar.

* Proses Awal: Ditetapkan tersangka Kejati Babel, didakwa, dan disidang Pengadilan Tipikor Jakarta.Putusan PN: Divonis bersalah (detail awal tidak spesifik).

* Banding-Kasasi: Naik banding, lalu kasasi ke MA.Putusan Inkrah: 13 November 2025, MA tetapkan 6 tahun penjara plus denda.

* Eksekusi: 6 Maret 2026, pasca-salat Jumat, penangkapan berujung chaos—meronta, teriak rekayasa, tali lepas, kaca mobil pecah.

Kasus ini jadi pengingat keras: korupsi kehutanan Bangka Belitung masih menggerogoti. Marwan kini menanti pelaksanaan hukuman penuh.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jika Perang Iran- Israel Panjang, Dahnil Anzar Berwacana Haji 2026 Ditunda

9 Maret 2026 - 19:53 WIB

Ermanto Usman Diduga Sengaja Dihabisi, karena Ungkap Kerugian Negara Ro 4,08 Triliun

9 Maret 2026 - 17:56 WIB

Gerakan RT Berseri, Strategi Mojokerto Kurangi Sampah ke TPA

9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Camat Ngoro Pimpin Rakor dan Pencegahan Keracunan Makanan MBG

9 Maret 2026 - 15:20 WIB

DLH Jombang Gelar Aksi Bagi Takjil dan Sedekah Sampah

9 Maret 2026 - 13:51 WIB

12 Rumah di Jogoroto dan Sumobito Rusak Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

9 Maret 2026 - 13:30 WIB

Putusan Bebas Delpedro Marhaen, Yusril Sarankan Jaksa Tidak Banding

9 Maret 2026 - 11:57 WIB

Wali Kota Mojokerto Dorong HIPMI Gerakkan UMKM

8 Maret 2026 - 18:13 WIB

Prank Abu Nawas Ala Iran: Rudal Mahal Israel Sasar Pesawat Mainan Gelembung Plastik

8 Maret 2026 - 18:04 WIB

Trending di News