Menu

Mode Gelap

Headline

Death Star Senjata Baru China: Mampu Lumpuhkan Seluruh Satelit Elon Musk

badge-check


					Perlombaan senjata semakin kencang dan canggih saja, saat ini ilmuwan China berhasil menciptakan senajat yang mampu melumpuhkan seluruh satelit secara terpilih. Foto:m Instagram@mech.eng.world Perbesar

Perlombaan senjata semakin kencang dan canggih saja, saat ini ilmuwan China berhasil menciptakan senajat yang mampu melumpuhkan seluruh satelit secara terpilih. Foto:m [email protected]

Penulis: Jacobus E. lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA- Institut Teknologi Nuklir Northwest di Xian dan Institut Teknik Elektro Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing telah mencapai terobosan besar dalam teknologi energi terkendali dengan mengembangkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi yang mampu menonaktifkan satelit.

Sistem canggih ini bekerja seperti “Death Star dalam kehidupan nyata, bahkan disebut-sebut akan mampu menghabisi satelit telekomunikasi Starlink, buatan Elon Musk.

Sistem kerjanya  memfokuskan beberapa sinar gelombang mikro intens ke target orbit tunggal untuk merusak elektronik sensitif, dalam rilis akhir Februari 2026.

Inovasi utama adalah sistem penyesuaian waktu ultra-presisi yang mensinkronkan sinar dalam 170 pikosekon, lebih akurat daripada jam atom yang digunakan dalam satelit GPS.

Dengan menyerang target pada saat yang sama, senjata ini menciptakan lonjakan daya gabungan yang dapat menghancurkan sistem radar dan perangkat komunikasi secara instan.

Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi keamanan global dan masa depan perang antariksa.

Berbeda dengan misil tradisional, senjata gelombang mikro lebih efisien secara biaya dan dapat ditembakkan berulang kali tanpa kehabisan amunisi.

Para ahli percaya teknologi ini dirancang khusus untuk menetralkan jaringan satelit yang diandalkan militer AS untuk navigasi dan serangan presisi.

Pada awal 2026, terobosan ini mempercepat “perang bayangan” di ruang angkasa, memaksa negara-negara untuk mempertimbangkan ulang cara melindungi aset orbital mereka.

Dengan China memamerkan versi mobile sistem ini, perlombaan untuk menguasai spektrum elektromagnetik menjadi prioritas utama bagi departemen pertahanan.

Pada awal 2026, percepat “perang bayangan” antariksa; versi mobile tingkatkan persaingan spektrum elektromagnetik di pertahanan dunia.

Senjata dikembangkan oleh tim dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, dipimpin Huang Wenhua untuk versi 20GW yang bisa membakar satelit sirkuit.

Laporan NINT (Northwest Institute of Nuclear Technology) muncul Februari 2026, termasuk versi anti-satelit 20GW. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lakukan Sidak, DPRD Gresik Desak PT KAS Beri THR 500 Karyawan yang Dirumahkan

22 Februari 2026 - 17:36 WIB

Polsek Cerme Gresik Bubarkan Rencana 110 Remaja Lakukan Aksi Perang Sarung

22 Februari 2026 - 17:28 WIB

Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Jombang, Atap Musala MI Miftahul Ulum Terbang

22 Februari 2026 - 12:37 WIB

Selama Puasa Jam Belajar SD-SMP Jombang Dikurangi, Tadarus Dikencangi

22 Februari 2026 - 12:05 WIB

Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pemotongan Pokir Anggota DPRD Jombang

22 Februari 2026 - 11:50 WIB

Ratusan Dos Susu Kemasan Jadi Rebutan, Truk Ban Pecah di Tikungan SMP 1 Jetis

22 Februari 2026 - 11:27 WIB

Sekda Jombang: Pendaftaran Calon OPD Ditutup, Terjaring 19 Orang Pendaftar

22 Februari 2026 - 11:13 WIB

Bareskrim Geledah Toko Emas Semar di Nganjuk, Sita Seluruh Perhiasan dan Emas Lantakan

21 Februari 2026 - 18:45 WIB

Kasus Saham Gorengan, OJK Jatuhkan Sanksi Belwin Tannadi sebesar Rp 5.35 Miliar

21 Februari 2026 - 18:18 WIB

Trending di Headline