Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Death Star Senjata Baru China: Mampu Lumpuhkan Seluruh Satelit Elon Musk

badge-check


					Perlombaan senjata semakin kencang dan canggih saja, saat ini ilmuwan China berhasil menciptakan senajat yang mampu melumpuhkan seluruh satelit secara terpilih. Foto:m Instagram@mech.eng.world Perbesar

Perlombaan senjata semakin kencang dan canggih saja, saat ini ilmuwan China berhasil menciptakan senajat yang mampu melumpuhkan seluruh satelit secara terpilih. Foto:m [email protected]

Penulis: Jacobus E. lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA- Institut Teknologi Nuklir Northwest di Xian dan Institut Teknik Elektro Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing telah mencapai terobosan besar dalam teknologi energi terkendali dengan mengembangkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi yang mampu menonaktifkan satelit.

Sistem canggih ini bekerja seperti “Death Star dalam kehidupan nyata, bahkan disebut-sebut akan mampu menghabisi satelit telekomunikasi Starlink, buatan Elon Musk.

Sistem kerjanya  memfokuskan beberapa sinar gelombang mikro intens ke target orbit tunggal untuk merusak elektronik sensitif, dalam rilis akhir Februari 2026.

Inovasi utama adalah sistem penyesuaian waktu ultra-presisi yang mensinkronkan sinar dalam 170 pikosekon, lebih akurat daripada jam atom yang digunakan dalam satelit GPS.

Dengan menyerang target pada saat yang sama, senjata ini menciptakan lonjakan daya gabungan yang dapat menghancurkan sistem radar dan perangkat komunikasi secara instan.

Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi keamanan global dan masa depan perang antariksa.

Berbeda dengan misil tradisional, senjata gelombang mikro lebih efisien secara biaya dan dapat ditembakkan berulang kali tanpa kehabisan amunisi.

Para ahli percaya teknologi ini dirancang khusus untuk menetralkan jaringan satelit yang diandalkan militer AS untuk navigasi dan serangan presisi.

Pada awal 2026, terobosan ini mempercepat “perang bayangan” di ruang angkasa, memaksa negara-negara untuk mempertimbangkan ulang cara melindungi aset orbital mereka.

Dengan China memamerkan versi mobile sistem ini, perlombaan untuk menguasai spektrum elektromagnetik menjadi prioritas utama bagi departemen pertahanan.

Pada awal 2026, percepat “perang bayangan” antariksa; versi mobile tingkatkan persaingan spektrum elektromagnetik di pertahanan dunia.

Senjata dikembangkan oleh tim dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, dipimpin Huang Wenhua untuk versi 20GW yang bisa membakar satelit sirkuit.

Laporan NINT (Northwest Institute of Nuclear Technology) muncul Februari 2026, termasuk versi anti-satelit 20GW. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Geledah Kafe Milik Jampidsus Agung Muda Febrie Ardiansyah, Temukan Brankas Berisi Uang Rp67 Miliar

8 Juli 2026 - 22:35 WIB

Kejati Kaltim Tahan Tujuh Tersangka Sita Uang Tunai Rp701,6 M, Kasus Tambang PT JMB

8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Terjadi 2020-2025, Kelebihan Bayar Tunjangan Rp89,7 Miliar kepada 2.847 Guru Kutai Kartanegara

8 Juli 2026 - 16:24 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:20 WIB

PM Modi Ucapkan Mantra Om Nimah Shivaya, Teken Prasasti Bersama Probowo Lestarikan Candi Prambanan

8 Juli 2026 - 13:39 WIB

Atraksi 8.000 Drone: Terima Kasih No. 7 dari Madeira untuk Dunia

8 Juli 2026 - 12:12 WIB

Pemerintah Serahkan Surat Keputusan Penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercaan kepada Tuhan Yang Mahaesa

8 Juli 2026 - 10:31 WIB

Pengacara Keluarga Korban: Sayembara Berhadiah Rp20 Juta untuk Mencari Erlan

8 Juli 2026 - 09:44 WIB

Presiden Prabowo Suguhi Anglung untuk Sahabatnya PM Modi: Muncullah Alunan Kuch Kuch Hota Hai!

8 Juli 2026 - 08:59 WIB

Trending di News