Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Inilah Tahapan Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

badge-check


					Gerhana matahari cincin Perbesar

Gerhana matahari cincin

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Gerhana Matahari Cincin atau annular solar eclipse akan kembali menyapa bumi pada Selasa, 17 Februari 2026. Fenomena ini dikenal sebagai ‘cincin api’.

Mengutip Space.com, gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari pada fase bulan baru. Namun, bulan berada pada titik terjauhnya sehingga piringan Bulan tampak lebih kecil dari Matahari.

Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari dan menyisakan lingkaran cahaya terang di sekitar siluetnya. Berikut tahapan-tahapan gerhana matahari cincin:

1. Fase Gerhana Parsial

Gerhana dimulai dengan fase parsial saat Bulan mulai menutupi sisi kiri piringan Matahari — dikenal sebagai first contact. Cahaya Matahari perlahan meredup dan bentuk Matahari berubah menjadi seperti sabit.

2. Awal Annular / ‘Ring of Fire’

Fase puncak dimulai ketika Bulan sepenuhnya berada di depan piringan Matahari di jalur annular. Pada saat ini, Matahari tampak menyisakan tepi cahaya yang membentuk lingkaran api, yang berlangsung sekitar dua menit di Concordia Station.

3. Titik Maksimum Gerhana

Puncak gerhana terjadi ketika Bulan berada di posisi tengah Matahari dari perspektif pengamat, menciptakan siluet gelap Bulan dengan tepi Matahari yang bersinar sempurna.

4. Kembali ke Gerhana Parsial

Setelah fase ‘cincin api’ berakhir, Bulan mulai bergerak menjauh dan prosesnya kembali ke fase parsial sebelum akhirnya berakhir sepenuhnya. Cahaya Matahari kembali normal seiring Bulan meninggalkan jalur pandangan.

Para ahli mengingatkan agar pengamatan Matahari dilakukan dengan perlindungan mata khusus (kacamata gerhana atau filter matahari). Hal ini karena melihat langsung tanpa alat dapat merusak penglihatan secara permanen.

Fenomena ini juga menandai awal ‘musim gerhana’, akan diikuti oleh gerhana bulan total (blood moon) pada 3 Maret 2026 mendatang. Blood Moon juga dapat dinikmati oleh miliaran orang di belahan dunia tertentu.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional