Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Hasil Survei Januari 2026 Ecoton: Awas Udara Jombang Tercemar Mikroplastik!

badge-check


					Hasil survey Ecoton pada bulan Januari 2026, memberikan konfirmasi bahwa udara di wilayah Jombang telah tercemar mikroplasik yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Jangan bakar sampah! Foto: Instagram@ecoton.id Perbesar

Hasil survey Ecoton pada bulan Januari 2026, memberikan konfirmasi bahwa udara di wilayah Jombang telah tercemar mikroplasik yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Jangan bakar sampah! Foto: [email protected]

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Lemabaga Swadaya masyarakat (LSM) Ecoton merilis hasil survei mikroplastik di udara wilayah kabupaten Jombang, Jawa Timur,  pada Januari 2026. Dalam survei itu  mengonfirmasi kontaminasi mikroplastik di berbagai lokasi perkotaan dan permukiman.

Ecoton mengunggah laporan ke publik melalui [email protected], Senin 9 Februari 2026, menyebutkan bahwa survei dilakukan di lima lokasi utama

Pengambilan sampel udara menggunakan metode passive sampling dengan mikroskop portabel, kertas Whatman, dan cawan Petri pada 19 Januari 2026. Lokasi-lokasi ini mewakili kawasan padat aktivitas domestik dan urban.

Hasil Temuan

  • Simpang empat desa Sengon mencatat angka tertinggi dengan 58 partikel (campuran fiber, film, fragmen).​

  • Jatirejo Cukir: 16 partikel, didominasi fiber (13), diikuti film (2) dan fragmen (1).

  • Depan Lapas Jombang: 14 partikel (10 fiber, 1 film, 3 fragmen).​

  • Depan Polres Jombang: 13 partikel semuanya fiber.

  • Jalan Raya Desa Sengon: 4 partikel berupa film.​

Jenis fiber dari serat sintetis paling dominan, diduga berasal dari limbah domestik seperti pencucian pakaian.​

Kepala Lab Ecoton, Rafika Aprilianti, memperingatkan risiko masuknya mikroplastik ke rantai makanan, mengganggu fungsi hormon, dan membahayakan kesehatan jangka panjang.

Temuan dipresentasikan dalam edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, dengan desakan agar Pemkab Jombang bertindak serius

Gangguan

Menghirup partikel mikroplastik menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, memicu asma, bronkitis, dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Peradangan kronis di paru-paru juga meningkatkan risiko kanker paru-paru jangka panjang.

Mikroplastik mengandung bahan kimia seperti BPA dan phthalates yang mengganggu hormon (endokrin), berpotensi menyebabkan obesitas, masalah reproduksi, dan gangguan metabolisme. Partikel ini dapat bermigrasi ke organ lain, memicu peradangan, kerusakan jaringan, dan efek neurotoksik.

Paparan berkelanjutan berisiko karsinogenik dan menurunkan fungsi kognitif, meski penelitian masih berlangsung untuk konfirmasi penuh. Anak-anak dan lansia lebih rentan karena ukuran partikel yang halus.

Mengenal Ecoton

Ecoton merupakan organisasi non-pemerintah (LSM) yang berfokus pada konservasi lingkungan di Indonesia, khususnya sungai dan lahan basah. Nama lengkapnya Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON).

Ecoton didirikan pada 1996 oleh Prigi Arisandi, alumnus Universitas Airlangga, dan resmi berbadan hukum pada 2000. Berbasis di Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, organisasi ini awalnya lahir dari keprihatinan mahasiswa Biologi terhadap degradasi Sungai Brantas.

Program Kerja Utama

  • Penelitian partisipatif: Meliputi citizen science seperti biotilik, sensus ikan, dan survei mikroplastik (contoh: temuan di udara Jombang baru-baru ini).

  • Pendidikan dan pemberdayaan: Penyuluhan, bank sampah, sekolah peduli lingkungan, dan program taman bantaran sungai melalui Waduling (Wanita Peduli Lingkungan).

  • Advokasi: Gugatan hukum terhadap pencemar, kampanye sosial, audiensi pemerintah, dan kolaborasi internasional untuk restorasi DAS Brantas.

Ecoton menekankan pendekatan partisipatif masyarakat untuk mengatasi sampah plastik dan pencemaran, termasuk inisiatif seperti Fish Sanctuary Area. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional