Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Lemabaga Swadaya masyarakat (LSM) Ecoton merilis hasil survei mikroplastik di udara wilayah kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Januari 2026. Dalam survei itu mengonfirmasi kontaminasi mikroplastik di berbagai lokasi perkotaan dan permukiman.
Ecoton mengunggah laporan ke publik melalui [email protected], Senin 9 Februari 2026, menyebutkan bahwa survei dilakukan di lima lokasi utama
Pengambilan sampel udara menggunakan metode passive sampling dengan mikroskop portabel, kertas Whatman, dan cawan Petri pada 19 Januari 2026. Lokasi-lokasi ini mewakili kawasan padat aktivitas domestik dan urban.
Hasil Temuan
-
Simpang empat desa Sengon mencatat angka tertinggi dengan 58 partikel (campuran fiber, film, fragmen).
-
Jatirejo Cukir: 16 partikel, didominasi fiber (13), diikuti film (2) dan fragmen (1).
-
Depan Lapas Jombang: 14 partikel (10 fiber, 1 film, 3 fragmen).
-
Depan Polres Jombang: 13 partikel semuanya fiber.
-
Jalan Raya Desa Sengon: 4 partikel berupa film.
Jenis fiber dari serat sintetis paling dominan, diduga berasal dari limbah domestik seperti pencucian pakaian.
Kepala Lab Ecoton, Rafika Aprilianti, memperingatkan risiko masuknya mikroplastik ke rantai makanan, mengganggu fungsi hormon, dan membahayakan kesehatan jangka panjang.
Temuan dipresentasikan dalam edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, dengan desakan agar Pemkab Jombang bertindak serius
Gangguan
Menghirup partikel mikroplastik menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, memicu asma, bronkitis, dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Peradangan kronis di paru-paru juga meningkatkan risiko kanker paru-paru jangka panjang.
Mikroplastik mengandung bahan kimia seperti BPA dan phthalates yang mengganggu hormon (endokrin), berpotensi menyebabkan obesitas, masalah reproduksi, dan gangguan metabolisme. Partikel ini dapat bermigrasi ke organ lain, memicu peradangan, kerusakan jaringan, dan efek neurotoksik.
Paparan berkelanjutan berisiko karsinogenik dan menurunkan fungsi kognitif, meski penelitian masih berlangsung untuk konfirmasi penuh. Anak-anak dan lansia lebih rentan karena ukuran partikel yang halus.
Mengenal Ecoton
Ecoton merupakan organisasi non-pemerintah (LSM) yang berfokus pada konservasi lingkungan di Indonesia, khususnya sungai dan lahan basah. Nama lengkapnya Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON).
Ecoton didirikan pada 1996 oleh Prigi Arisandi, alumnus Universitas Airlangga, dan resmi berbadan hukum pada 2000. Berbasis di Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, organisasi ini awalnya lahir dari keprihatinan mahasiswa Biologi terhadap degradasi Sungai Brantas.
Program Kerja Utama
-
Penelitian partisipatif: Meliputi citizen science seperti biotilik, sensus ikan, dan survei mikroplastik (contoh: temuan di udara Jombang baru-baru ini).
-
Pendidikan dan pemberdayaan: Penyuluhan, bank sampah, sekolah peduli lingkungan, dan program taman bantaran sungai melalui Waduling (Wanita Peduli Lingkungan).
-
Advokasi: Gugatan hukum terhadap pencemar, kampanye sosial, audiensi pemerintah, dan kolaborasi internasional untuk restorasi DAS Brantas.
Ecoton menekankan pendekatan partisipatif masyarakat untuk mengatasi sampah plastik dan pencemaran, termasuk inisiatif seperti Fish Sanctuary Area. **






