Menu

Mode Gelap

Headline

Petani Plandaan Jombang Siaga Tinggi Menghadapi Serangan Bakteri Kresek

badge-check


					Contoh padi sawah yang terifeksi organisme pengganggu tanaman OPT) bakteri Xanthomanas Oryzae (Penyakit kresek). Foto: istimewa Perbesar

Contoh padi sawah yang terifeksi organisme pengganggu tanaman OPT) bakteri Xanthomanas Oryzae (Penyakit kresek). Foto: istimewa

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG–  Petani padi di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini berada dalam status siaga tinggi.

Penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau kresek yang disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae dilaporkan mulai menyerang areal persawahan pada musim tanam (MT) padi MP1 2026.

Xanthomonas oryzae pv. oryzae dikenal secara lokal di Indonesia sebagai bakteri penyebab Hawar Daun Bakteri (HDB) atau Kresek pada tanaman padi.

Penyakit ini menyerang daun padi, menyebabkan lesi berair yang mengering, dan dapat menurunkan hasil panen hingga 50% di lahan sawah yang tergenang. Istilah-istilah ini sering muncul dalam panduan dari Kementerian Pertanian dan Balai Penelitian Pertanian Indonesia.

Heri Santoso, petani padi asal Plandaan, mengungkapkan serangan penyakit kresek mulai terlihat jelas di lahan sawah miliknya.

“Kami menyadari pemupukan nitrogen yang terlalu tinggi membuat tanaman menjadi rentan. Selain itu, jarak tanam yang terlalu rapat juga mempercepat penyebaran penyakit,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Ia mengaku, kondisi tersebut membuat petani khawatir akan penurunan produktivitas padi.

“Ya tentu khawatir produksi turun. Harapan kami ada gerakan penyemprotan massal supaya penyebaran penyakit kresek tidak semakin meluas,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan, Yus Ardi Baskoro, membenarkan adanya serangan penyakit kresek di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, luas serangan penyakit kresek di Plandaan mencapai 25–30 persen dari total luas pertanaman padi sekitar 2.174,73 hektare.

“Serangan mayoritas ditemukan pada tanaman padi varietas galur atau benih tidak bersertifikat yang masih banyak digunakan petani setempat,” jelas Yus Ardi.

Menurutnya, kondisi cuaca mendung dan lembab dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama berkembangnya bakteri penyebab kresek.

Selain itu, faktor kesalahan teknis budidaya, seperti pola pemupukan yang tidak seimbang dan pengaturan jarak tanam, turut memperparah tingkat serangan.

Serangan penyakit kresek yang terjadi pada fase vegetatif hingga menjelang panen, terutama saat menyerang daun bendera, dinilai sangat kritis. Daun bendera memiliki peran penting dalam proses fotosintesis dan pengisian bulir padi. “Kalau daun bendera terserang, produksi dipastikan turun,” tegasnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama PPL telah melakukan penyuluhan intensif kepada petani terkait upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kresek di Jombang.

“Fokus kami pada edukasi pencegahan, termasuk mendorong penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap penyakit kresek,” jelas.

Ia menambahkan, meskipun Dinas Pertanian kerap memberikan bantuan obat, namun cakupannya masih terbatas. “Bantuan biasanya tidak bisa menjangkau 100 persen lahan petani yang tanamannya terserang,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ini Jadwal Operasional Bank Pasca-Lebaran

23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Ikuti Jejak Yaqut Qoumas, Emmanuel Ebenezer Ajukan Status Tahanan Rumah ke KPK

23 Maret 2026 - 20:06 WIB

Harga Pangan Kompak Naik Usai Lebaran, Harga Cabai Rp131 Ribu

23 Maret 2026 - 19:53 WIB

Tambang Batubara Ilegal di Kukar Rp 2,6 Triliun, Bermuara pada Sohat dan Sohut Chairil Bersaudara

23 Maret 2026 - 16:01 WIB

Jasa Marga Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Kendalikan Arus Balik

23 Maret 2026 - 15:32 WIB

Kuasai Fermentasi Molekuler, Ajinomoto dari Penyedap Rasa Produksi Bahan Baku Utama Cetak CPU/GPU Komputer

23 Maret 2026 - 13:37 WIB

Hasil Skrening BNNK Pasuruan: 35 Siswa SMK Positif Narkoba Kini Jalani Pembinaan

23 Maret 2026 - 12:09 WIB

Semakin Mencengankan, ROME Alibaba Cara Nambang Crypto Terbaru Via AI Agentik

23 Maret 2026 - 11:47 WIB

Vega Pratama Lebaran di Brasil: Raih Juara III di Sirkuit Balap Moto3 Ayrton Senna

23 Maret 2026 - 09:16 WIB

Trending di News