Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, WONOSOBO- Video viral menampilkan momen haru saat pemilik warung wanita mengucapkan terima kasih kepada Gus Miftah yang datang ke warung sederhananya.
Dalam video viral tersebut, ibu pemilik warung mengucapkan terima kasih dalam bahasa Jawa. Kutipan yang terekam meliputi frasa seperti “Matur nuwun sanget” (terima kasih banyak) dan “Yakin demi Allah” yang diulang dengan penuh haru sambil sungkem.
Ucapan itu disampaikan saat ibu tersebut mendekati Gus Miftah yang sedang makan di saung warungnya. Ia juga menyebut “Mas matur nuwun wis teka” (terima kasih sudah datang) dan meminta doa agar sehat, menunjukkan ketulusan emosional. Video dari TikTok @DuniaPunyaCerita menangkap momen itu secara jelas pada 29 Januari 2026.
Wanita tersebut terlihat menangis haru, berulang kali sungkem, dan berkata dalam bahasa Jawa seperti “Terima kasih banyak, yakin demi Allah” sambil memegang lutut Gus Miftah.
Video diunggah di TikTok @DuniaPunyaCerita pada 29 Januari 2026, menunjukkan Gus Miftah sedang makan di saung warung. Pemilik warung menghampiri, menyatakan kebahagiaan karena kedatangan seorang ulama tersebut.
Bahkan ia meminta doa agar sehat dan undangan ke rumahnya. Gus Miftah hanya menyentuh kepalanya sekilas tapi tetap fokus makan, tanpa banyak bicara.
Momen ini viral di media sosial seperti Instagram dan Facebook, memicu pro-kontra. Sebagian netizen mengkritik sikap Gus Miftah yang dianggap cuek, sementara yang lain memuji ketulusan pemilik warung. Berita diliput VIVA dan Suara.com pada 29-30 Januari 2026.
Beberapa postingan Instagram mengaitkan kunjungan itu dengan acara Isra Mi’raj di Masjid Subulusalam, Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Postingan menyebut pemilik warung bernama Ibu Siti di Wonosobo, Jawa Tengah, tapi ini belum dikonfirmasi resmi. Video diunggah sekitar 28-29 Januari 2026, kemungkinan terkait acara keagamaan lokal di wilayah Jawa Tengah tersebut. Tanpa detail GPS atau konfirmasi dari Gus Miftah, lokasi pastinya masih spekulatif berdasarkan konteks acara. **






