Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

KNKT Temukan Bahaya Mobil Listrik, Menperin Merespons

badge-check


					Mobil listrik Perbesar

Mobil listrik

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) soal potensi risiko baru pada mobil listrik mulai memantik perhatian publik. Seiring populasi kendaraan listrik yang terus bertambah, isu keselamatan ikut mengemuka, terutama setelah KNKT menangani sejumlah kasus awal. Pemerintah pun angkat bicara untuk menanggapi hasil investigasi tersebut.

“Tapi rasio kejadiannya kan juga kecil. Jadi enggak bisa kita ambil sebagai sesuatu yang konklusif. Kan rasionya (kecelakaan) ini kan kecil sekali dibandingkan (jumlah mobil listrik),” kata Agus dalam diskusi bersama beberapa media di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Artinya temuan KNKT perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, setiap teknologi baru hampir selalu diiringi fase pembelajaran, termasuk dalam aspek keselamatan. Hal ini juga pernah terjadi pada teknologi otomotif konvensional di masa lalu.

“Semua jenis teknologi kan juga pasti ada risikonya, ada risiko,” ujar Agus.

Agus menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak berhenti pada kondisi saat ini. Industri otomotif global, termasuk kendaraan listrik, terus melakukan penyempurnaan desain dan sistem keselamatan. Karena itu, ia optimistis berbagai potensi risiko yang ditemukan saat ini dapat diminimalkan seiring waktu.

“Kan teknologi akan semakin lama semakin sempurna,” ujar Agus.

Adapun KNKT mulai menemukan sejumlah risiko keselamatan baru seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dari hasil investigasi awal, KNKT telah menangani dua kasus kendaraan listrik, meski penyebab teknis baru dapat dipastikan pada satu kasus.

KNKT bahkan menemukan satu kendaraan listrik yang benar-benar tidak dapat dibuka pintunya akibat masalah tersebut. Temuan ini mendorong KNKT untuk merekomendasikan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mengalami gangguan.

“Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional