Menu

Mode Gelap

Nasional

Kerahkan 69.000 Personel, Darmawan Prasodjo Menangis Saat Paparan Pemulihan Bencana Aceh dan Sumatera

badge-check


					Tak mampu membendung air mata, Dirut PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan papan upaya pemilihan bencana Aceh dan Sumatera, saat RDP bersama Komisi VI DPR RI, Rabu 21 Januari 2026. Foto: kumparan Perbesar

Tak mampu membendung air mata, Dirut PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan papan upaya pemilihan bencana Aceh dan Sumatera, saat RDP bersama Komisi VI DPR RI, Rabu 21 Januari 2026. Foto: kumparan

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menunjukkan emosi mendalam saat mempresentasikan upaya timnya memulihkan listrik di wilayah bencana Sumatera pasca-banjir bandang dan longsor. Perjuangan ini berlangsung berminggu-minggu hingga Januari 2026, melibatkan tantangan akses jalan rusak dan infrastruktur hancur.

Pernyataan ini disampaikan saat ia menahan tangis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada 21 Januari 2026.

Darmawan menangis saat menjelaskan perjuangan timnya yang melebihi pemulihan pasca-Tsunami 2004, termasuk permintaan maaf atas data keliru sebelumnya ke Menteri ESDM. PLN juga gratiskan listrik huntara selama enam bulan.

Bencana alam melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir 2025, merusak tower listrik dan jaringan distribusi.

Pemulihan di Aceh mencapai 98,9% hingga 18 Januari 2026, dengan fokus pada desa-desa terpencil menggunakan genset darurat dari Kementerian ESDM.

PLN mengerahkan personel ekstra, peralatan khusus, dan koordinasi dengan TNI-Polri untuk membuka akses. Sistem utama Sumatera Barat pulih 100% sejak 23 Desember 2025, sementara Aceh menghadapi 171 titik longsor dan 14 jembatan rusak.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan tim khusus untuk menghadapi badai atau cuaca ekstrem, termasuk kemampuan mendirikan hingga 16 tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) secara cepat di lokasi bencana.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks siaga nasional pascabencana Sumatera akhir 2025-awal 2026, saat mempresentasikan strategi preventif PLN.

Tim khusus PLN dilatih untuk respons cepat terhadap potensi badai baru, dengan fokus pada wilayah rentan seperti Aceh dan Sumatera Utara yang masih dalam pemulihan.

Upaya ini melibatkan 69.000 personel nasional, truk crane, dan genset untuk mendukung pemasangan tiang SUTET darurat.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa timnya telah berjibaku melampaui batas kemampuan normal dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Darmawan membandingkan skala kerusakan saat ini dengan Tsunami Aceh 2004, di mana hanya ada 8 titik rusak versus 442 titik di Aceh saja kali ini, plus ratusan titik di Sumut dan Sumbar.

Upaya pemulihan melibatkan inovasi seperti modifikasi crane menjadi menara darurat 54 meter dan bantuan TNI AU dengan helikopter Hercules. **

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Era Baru Hukum Pidana: Tidak Harus Berakhir di Penjara

26 Januari 2026 - 22:46 WIB

Ada di Lokasi Sebelum Lula Lahfah Meninggal, Polisi Periksa Reza Arap sebagai Saksi

26 Januari 2026 - 21:48 WIB

Kejaksaan Ringkus Buron 4 Tahun dari Jombang, Hariyono Jualan Pecel di Karawang

26 Januari 2026 - 20:22 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Residivis Curanmor, Sita 34 Barang Bukti Motor

26 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Hukum Hogi Minaya, Kajari Sleman Tempuh Jalur Restorativie Justice Sepakat Damai

26 Januari 2026 - 19:45 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementrian, Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Saya Jadi Petani Saja!

26 Januari 2026 - 18:52 WIB

Kabur Lompat Pagar 4 M, Tim Rutan Nganjuk Tangkap Kembali Napi Hairul Sembunyi di Tumpukan Jerami

26 Januari 2026 - 18:18 WIB

YLKI Soroti Risiko Skema Cicilan Tadpole

26 Januari 2026 - 17:46 WIB

Polisi Meringkus ASN Pemkab Gresik Pelaku Pelempar Bus Trans Jatim, karena Emosi Hampir Terserempet

26 Januari 2026 - 17:40 WIB

Trending di Headline