Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PROBOLINGGO- Hujan intensitas tinggi disertai angin puting beliung mengantam wilayah Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (17/1/2026).
Cuaca ekstrem ini memicu banjir di tujuh kecamatan, termasuk Kraksaan, Besuk, Gading, Krejengan, Maron, Sumberasih, dan Tongas. Termasuk
Hujan intensitas tinggi di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (17/1/2026) memicu banjir di tujuh kecamatan, termasuk Kraksaan, Besuk, Gading, Krejengan, Maron, Sumberasih, dan Tongas.
Banjir merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air 1-1,5 meter, lahan pertanian, serta fasilitas seperti Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Tanjungsari, Krejengan.
Kerusakan infrastruktur meliputi tanggul jebol dan jembatan putus di Dusun Asina, Maron, sementara warga di Desa Bayeman dan Sumendi, Tongas, mengungsi akibat air pasang yang memperparah banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief memberikan keterangan terkait banjir akibat hujan deras pada 17 Januari 2026.
Banjir merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air 1-1,5 meter, lahan pertanian, serta fasilitas seperti Pondok Pesantren Darut Tauhid di Desa Tanjungsari, Krejengan.
Kerusakan infrastruktur meliputi tanggul jebol dan jembatan putus di Dusun Asina, Maron, sementara warga di Desa Bayeman dan Sumendi, Tongas, mengungsi akibat air pasang yang memperparah banjir.
Hingga Minggu (18/1/2026), banjir mulai surut, meski warga terdampak membutuhkan makanan siap saji dan bantuan lanjutan.
Berdasarkan laporan terkini, banjir di Kabupaten Probolinggo pada 17 Januari 2026 memengaruhi ratusan rumah di tujuh kecamatan, meskipun angka pasti masih dalam pendataan awal oleh BPBD.
Di Dusun Belibis, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, sekitar 60 rumah dengan 150 jiwa terendam air setinggi 40-70 cm hingga 1,5 meter.
Wilayah lain seperti Krejengan, Tongas, dan Gading melaporkan puluhan hingga ratusan rumah tambahan terendam, termasuk di Desa Bayeman dan Sumendi, Tongas, dengan total keseluruhan mencapai ratusan rumah.
Sekitar 150 jiwa di Sumberasih saja, ditambah warga yang mengungsi di Tongas dan Krejengan, sehingga total warga terdampak diperkirakan ratusan hingga ribuan jiwa berdasarkan luas wilayah.
Pendataan lanjutan oleh BPBD mencatat belasan desa terdampak tanpa korban jiwa, dengan fokus evakuasi anak-anak dan lansia. **






