Menu

Mode Gelap

News

Dua Orang Tewas Gegara Rumah Meledak di Mojokerto, Jaksa Tuntut Aipda Maryudi Hukuman 1,5 Tahun Penjara

badge-check


					Jaksa Arie Budiarti membacakan surat  tuntutan hukuman 1,5 tahun kepada Aipda Maryudi, Selasa 13 Januari 2026. Aipda Maryudi diadili dalam  perkara tewasnya dua orang tetangganya (ibu dan anak), akibat rumahnya meledak pada tanggal 13 Januari 2025 silam. Foto: Instagram@kabarmojokewrto Perbesar

Jaksa Arie Budiarti membacakan surat tuntutan hukuman 1,5 tahun kepada Aipda Maryudi, Selasa 13 Januari 2026. Aipda Maryudi diadili dalam perkara tewasnya dua orang tetangganya (ibu dan anak), akibat rumahnya meledak pada tanggal 13 Januari 2025 silam. Foto: Instagram@kabarmojokewrto

Penulis: Gandung Kardiyono   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Sidang tuntutan terhadap terdakwa Aipda Maryudi digelar secara terbuka di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Selasa, 13 Januari 2026,  sekitar pukul 11.40 WIB.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ida Ayu Sri Adriyanthi, dengan hakim anggota Tri Sugondo dan Jantiani Longli Naetasi.

Terdakwa didampingi penasihat hukum dari Bidkum Polda Jatim, sementara tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mojokerto, Ari Budiarti.

JPU Ari Budiarti  menuntut Aipda Maryudi dengan 1,5 tahun penjara berdasarkan Pasal 311 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru, karena kelalaiannya menyebabkan ledakan yang mengakibatkan bahaya umum, kerusakan barang, dan kematian orang.

Tuntutan mempertimbangkan keadaan memberatkan seperti kematian Luluk Sudarwati dan anaknya Kaffa, serta rusaknya rumah terdakwa dan tetangga (Kodi, Warsono, Mulyono, Wiwik, Eko Khoirul).

Keadaan meringankan meliputi terdakwa belum pernah dihukum, menyesal, meminta maaf, dan memberikan santunan meski belum ada surat perdamaian tertulis.

Penasihat hukum Aipda Maryudi menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan. Saat ini, terdakwa ditahan di Rutan Polres Mojokerto selama persidangan. Dakwaan alternatif mencakup Pasal 1(1) UU Darurat No. 12/1951, Pasal 188 KUHP, atau Pasal 359 KUHP.

Ikhtisar Kasus
Ledakan dahsyat terjadi pada 13 Januari 2025 sekitar pukul 09.00 WIB di rumah Aipda Maryudi, Dusun Sumolawang, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Insiden ini menewaskan Luluk Sudarwati (40 tahun), kerabat Maryudi, dan anaknya Kaffa (2 tahun) di rumah tetangga. Rumah Maryudi hancur hampir 95%, dengan kerusakan meluas ke 9 rumah sekitar.

Aipda Maryudi menyimpan bahan petasan seperti 1 kg bubuk biru, 200 slengdor, bubuk sulfur, dan KCLO3 di rak dapur, disembunyikan di balik TV dan kapasitor agar tidak diketahui istrinya.

Bahan ini terbakar akibat panas, percikan, gesekan, tekanan, atau benturan, memicu ledakan di pusat rumah. Maryudi membeli bahan tersebut pada 23 Desember 2024 untuk perayaan Tahun Baru dan Ramadan.

Aipda Maryudi dari Polsek Dlanggu diamankan Propam Polres Mojokerto pasca-insiden. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto hari ini, jaksa menuntut 1,5 tahun penjara berdasarkan Pasal 311 UU No. 1/2023 (KUHP baru) atas kelalaian menyebabkan ledakan dan kematian, dengan alternatif Pasal 1(1) UU Darurat 12/1951, Pasal 188 KUHP, atau Pasal 359 KUHP. Penyimpanan bahan peledak menjadi penyebab utama bahaya umum dan korban jiwa.​** 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos untuk 243 Penyandang Disabilitas

4 Maret 2026 - 18:38 WIB

Wali Kota Mojokerto Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Lebaran

4 Maret 2026 - 18:11 WIB

Mudik Motor Gratis Naik Kereta, Begini Cara Ikut Program MOTIS 2026

4 Maret 2026 - 14:44 WIB

48 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Saudi

4 Maret 2026 - 14:26 WIB

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

4 Maret 2026 - 14:07 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Trending di Headline