Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWW.COM, BIREUEN– Anggota DPRK Bireuen melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD dan Dinas Sosial di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Senin, 12 Januari 2026, menyusul laporan warga tentang penimbunan logistik bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor.
Temuan menunjukkan puluhan hingga ratusan ton bantuan, termasuk beras sekitar 300 ton, kasur, mi instan, alat kerja seperti cangkul, dan peralatan rumah tangga, mengendap di gudang BPBD yang hampir penuh, sementara gudang Dinas Sosial hampir kosong.
Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRK Bireuen, Surya Dharma (PKB), bersama anggota dari berbagai fraksi seperti Partai Aceh, PAS-Demokrat-PAN, NasDem, dan Golkar, di kompleks BPBD Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa.
Saat sidak ke BPBD, Kepala Pelaksana BPBD Doli Mardian tidak hadir dan meminta pertemuan di kantor DPRK, sedangkan Kepala Dinas Sosial Ismunandar mendampingi langsung.
DPRK menegaskan sidak sebagai fungsi pengawasan atas kinerja pemerintah daerah, menindaklanjuti pemberitaan media.
DPRK meminta BPBD mempercepat distribusi bantuan secara merata melalui camat ke kecamatan dan gampong terdampak, termasuk daerah terpencil seperti Desa Salah Sirong Jaya dan Alue Limeng di Jeumpa.
Doli Mardian menyanggupi penyaluran bertahap sesuai kebutuhan lapangan, sementara Ismunandar membantah adanya bantuan tak tersalurkan dan klaim distribusi sudah sesuai prosedur.
Sebelumnya, stok beras mencapai 600 ton, dengan sebagian besar sudah disalurkan, dan proses distribusi masih berlangsung seperti ke Kecamatan Peusangan.
BPBD Bireuen, melalui Kepala Pelaksana Doli Mardian, merespons sidak DPRK pada 12 Januari 2026 dengan menyanggupi percepatan distribusi bantuan bencana yang masih menumpuk di gudang.
Doli Mardian menyatakan akan menyalurkan sisa logistik secara bertahap melalui camat ke kecamatan dan gampong terdampak, sesuai kebutuhan lapangan.
Doli Mardian tidak hadir saat sidak awal di gudang BPBD, tetapi meminta pertemuan lanjutan di kantor DPRK Bireuen. Di pertemuan tersebut, ia berjanji mendistribusikan bantuan merata, termasuk ke daerah terpencil seperti Desa Salah Sirong Jaya dan Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa.
Sebelumnya, stok beras mencapai 600 ton dengan sebagian sudah disalurkan, dan proses distribusi tetap berlangsung. **






