Menu

Mode Gelap

News

Gempa di Talaud 7.1 Magnetudo: Wilayah Manado dan Sulawesi Utara Aman Tanpa Tsunami

badge-check


					Peta lokasi terjadinya gempat berkekuatan 7.1 magnetudo terjadi kwasan Kepualuan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa tidak meninyebabkan tsunami, tidak ada laporan adanya korban. Saat kondisi warga masyarakat mulai puloih kembali. Foto: BMKG Perbesar

Peta lokasi terjadinya gempat berkekuatan 7.1 magnetudo terjadi kwasan Kepualuan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa tidak meninyebabkan tsunami, tidak ada laporan adanya korban. Saat kondisi warga masyarakat mulai puloih kembali. Foto: BMKG

Penulis: Glent Morsby Gumolung   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDNONEWS.COM, MANADO- Gempa berkekuatan 7.1 magnetudo berpusat di Melonguane, Kepulauan Talaud, dengan magnitudo sekitar 7.1, dan getarannya terasa hingga Manado. BMKG mencatat pusat gempa di koordinat 3.64 LU, 126.98 BT, kedalaman 17 km, tanpa potensi tsunami.

Aktivitas masyarakat pulih normal per 11-12 Januari 2026, listrik menyala kembali, dan BPBD memantau potensi gempa susulan. Magnitudo direvisi menjadi 6.4 dengan pusat 40 km tenggara Melonguane, kedalaman 31 km.​

Gempa terjadi pukul 21.58 WIB pada 10 Januari 2026, dengan intensitas IV-V MMI di Talaud dan Sitaro, serta II-III MMI di Manado, Bitung, dan sekitarnya. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga informasi terakhir.

Beberapa gempa kuat sebelumnya di wilayah serupa tercatat magnitudo 7.6, tapi pada Oktober 2025,  dengan pusat di laut dekat Filipina dan peringatan tsunami sementara.

Gempa kecil lain magnitudo 3.2 juga dilaporkan di Talaud hari yang sama pukul 12.59 WIB.

BMKG secara resmi menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun getarannya terasa kuat hingga Manado dan sekitarnya. BNPB juga mengonfirmasi tidak ada laporan korban jiwa, luka berat, atau dampak tsunami hingga 11-12 Januari 2026.
Situasi pasca gempa relatif kondusif, dengan sebagian warga mengalami trauma sementara dan beberapa rumah rusak ringan di Talaud. Aktivitas masyarakat mulai normal, didukung pemantauan BPBD dan satu gempa susulan magnitudo 4.6.

Status Terbaru

Hingga 12 Januari 2026, tidak ada peringatan tsunami atau kejadian gelombang tinggi terkait gempa ini, berbeda dengan gempa sebelumnya pada 2025 yang sempat memicu waspada tsunami. BNPB dan BMKG mengonfirmasi situasi kondusif tanpa korban jiwa atau luka berat.

Disebutkan ada sekitar 12 kepala keluarga terdampak, dengan 12 rumah dan 2 fasilitas kesehatan rusak ringan hingga roboh, terutama di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.

Guncangan kuat berdurasi 20-30 detik memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah, ditambah satu gempa susulan M4.6. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UMKM Terancam Anjloknya Rupiah

16 Januari 2026 - 18:46 WIB

Drama 3,5 Jam Ressa di Depan Rumah Denada

16 Januari 2026 - 18:24 WIB

Hajatan 167 Harjasda 2026 Dimeriahkan 45 Acara Spektakuler

16 Januari 2026 - 06:37 WIB

Warsubi Lantik 84 Pejabat Baru di Pemkab Jombang, Bayu Pancoroadi dari PUPR Jadi Kapala DPMPTSP

15 Januari 2026 - 22:00 WIB

Purbaya akan Legalkan Rokok Ilegal

15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kasus Korupsi Proyek PDAM Sidoarjo, Penyidik Periksa Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

15 Januari 2026 - 18:51 WIB

Kehebatan Tim SAR Gabungan: 17 Hari Tanpa Henti, Akhirnya Berhasil Temukan Jasad Syafiq di Lereng Gunung Malang

15 Januari 2026 - 18:18 WIB

2.000 Peserta Termasuk Dokter Tirta akan Tampil dalam Lelono by Mantra 2026 Lintas Alam 55 Km Tanpa Hadiah di Batu

15 Januari 2026 - 17:29 WIB

Beberapa Perwira Polres Jombang Bergeser Jabatan

15 Januari 2026 - 17:14 WIB

Trending di News