Menu

Mode Gelap

Headline

34 Masjid Dibakar, 500 Orang Tewas, Iran Chaos, Rezim Iran Tuduh Sana-sini

badge-check


					34 Masjid Dibakar, 500 Orang Tewas, Iran Chaos, Rezim Iran Tuduh Sana-sini Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TEHRAN– Gelombang protes anti-pemerintah di Iran berlanjut hingga minggu kedua sejak dimulai pada 28 Desember 2025. Pemicu awal adalah krisis ekonomi dan jatuhnya nilai rial, yang kemudian berkembang menjadi penolakan luas terhadap rezim teokratis.

Demonstrasi terjadi di lebih dari 100 kota, termasuk Tehran, Mashhad, dan Zahedan, dengan tuntutan yang melampaui isu ekonomi menuju perubahan politik besar.

Akses internet diputus, menyulitkan verifikasi informasi. Namun laporan kelompok hak asasi yang dikutip Reuters menyebut korban tewas lebih dari 500 orang—sekitar 496 demonstran dan 48 aparat keamanan—serta lebih dari 10.600 orang ditahan.

Pembakaran Masjid: Simbol Kekerasan

Selain bentrokan di jalan, puluhan masjid dilaporkan dibakar.
– RepotAZ mencatat 25–34 masjid di Tehran dilalap api, bersama rumah ibadah lain di berbagai kota.
– Media lokal melaporkan sebuah masjid di Mashhad terbakar saat kerusuhan malam hari.

Kerusakan meluas ke bank, kantor pemerintah, bus, ambulans, dan kendaraan lain. Presiden Massoud Pezeshkian mengecam aksi tersebut dengan tegas: “Masyarakat Iran tidak menerima mereka yang membakar masjid.” Ia menyerukan dialog sambil menolak kekerasan.

Analisis dan Kontroversi

Motif pembakaran masjid memicu perdebatan:

– Sebagian analis luar negeri menilai aksi itu sebagai ekspresi kemarahan terhadap rumah ibadah yang dianggap basis milisi Basij dan pengawasan sosial.
– Lainnya melihatnya sebagai eskalasi destruktif dari protes ekonomi yang meluas, menjadikan simbol religius bagian dari konflik politik.

Rekaman video di media sosial memperlihatkan kekacauan, termasuk masjid terbakar.

Konteks Internasional

Ketegangan global meningkat. Presiden AS Donald Trump mengancam intervensi militer atau dukungan cyber bila kekerasan berlanjut. Pejabat Iran memperingatkan serangan balasan terhadap target AS dan Israel jika diserang.

Iran menuduh Washington memprovokasi ketidakstabilan dan menggunakan protes sebagai dalih untuk melemahkan rezim teokratis.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Bupati Gresik Instruksikan Dinas PUTR Tambal Jalan Kartini dan Veteran, Meski Masuk Kewenangan Pusat

4 Maret 2026 - 11:00 WIB

11 Tersangka OTT Pekalongan Tiba di KPK, Termasuk Bupati Fadia Alrafiq dan Sekda Mohammad Yulian Akbar

3 Maret 2026 - 23:46 WIB

Delapan Orang Luka Berat dan Ringan, Kecelakaaan Beruntun 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

3 Maret 2026 - 23:19 WIB

JLS KM 16-17 Terjadi Longsor Jalur Trenggalek – Ponorogo Putus Total

3 Maret 2026 - 22:53 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq, Pemkab dan BAZNAS Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

3 Maret 2026 - 19:31 WIB

Trending di Headline