Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, JAKARTA -Model yang juga aktris Manohara Odelia meminta media berhenti menyebut dirinya sebagai “mantan istri Pangeran Kelantan”.
Melalui unggahan di Instagram, ia menegaskan istilah tersebut tidak akurat, menyesatkan, dan tidak mencerminkan kenyataan yang dialaminya saat remaja.
“Selama bertahun-tahun saya disebut ‘mantan istri’. Saya ingin mengklarifikasi bahwa deskripsi ini tidak benar,” tulisnya, Selasa (6/1/2026).
Manohara menekankan, peristiwa itu bukan hubungan romantis, bukan atas persetujuan, dan bukan pernikahan sah.
Ia menyebut berada di bawah umur, mengalami paksaan, serta tidak memiliki kebebasan memberi persetujuan.
Menurutnya, label “mantan istri” justru membingkai ulang paksaan sebagai hubungan legitim dan mendistorsi fakta.
Ia meminta media, editor, penulis, hingga platform digital berhenti menggunakan istilah tersebut.
“Terus menulis dengan penggambaran salah ini bukan hanya tidak akurat, tetapi juga jurnalisme tidak etis,” tegasnya.
Manohara menekankan, permintaan ini demi keakuratan dan etika, bukan membuka luka lama.
“Kata-kata punya konsekuensi. Penyintas berhak agar kisah mereka disampaikan dengan jujur dan bermartabat,” ujarnya.
Manohara sempat menjadi sorotan publik pada 2008 setelah dikaitkan dengan Tengku Muhammad Fakhry Petra dari keluarga kerajaan Kelantan.
Saat itu ia masih remaja, dan dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa yang terjadi bukan pernikahan sah, melainkan keterpaksaan.







