Menu

Mode Gelap

Internasional

Venezuela Tuduh Amerika Babar, Menculik dan Menahan Maduro ke DEA

badge-check


					Beberapa menit yang lalu Nicholas Maduro dibawa ke kantor DEA di New York, yaitu Drug Enforcement Administration, badan penegak hukum federal Amerika Serikat di bawah Departemen Kehakiman yang bertugas memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba ilegal. Foto: Instagram@noticiassinbozal
Perbesar

Beberapa menit yang lalu Nicholas Maduro dibawa ke kantor DEA di New York, yaitu Drug Enforcement Administration, badan penegak hukum federal Amerika Serikat di bawah Departemen Kehakiman yang bertugas memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba ilegal. Foto: Instagram@noticiassinbozal

Penulis: Jacobus E.  Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA LATIN– Dunia mayoritas mengecam serangan pasukan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Operasi Delta Force AS berhasil menangkap Maduro beserta istrinya atas tuduhan narkoterrorisme, yang dibawa ke AS untuk diadili. Presiden Trump menyatakan AS akan “mengendalikan” Venezuela sementara waktu.

Venezuela sendiri menyebutnya “penculikan barbar” dan pelanggaran Piagam PBB, dengan Wakil Presiden Delcy Rodríguez menuntut pembebasan Maduro. Kolombia menolak aksi militer unilateral yang membahayakan warga sipil, Brasil (Lula) bilang melewati batas tidak bisa diterima, sementara Meksiko dan Chili mengutuk keras sebagai agresi asing.

Rusia menyebutnya agresi bersenjata dan menuntut klarifikasi serta dialog, China “sangat terkejut” atas penggunaan kekerasan terhadap negara berdaulat, Iran mengutuk pelanggaran integritas teritorial.

PBB “sangat khawatir” dan menyebutnya preseden berbahaya yang melanggar hukum internasional, dengan pakar UN menyerukan investigasi terhadap Trump. Indonesia memantau situasi untuk lindungi WNI, mendesak de-eskalasi damai dan patuhi Piagam PBB.

Negara tetangga Venezuela seperti Kolombia, Brasil, dan Meksiko mengambil langkah diplomatik cepat pasca-serangan AS dan penangkapan Maduro, fokus pada de-eskalasi dan penolakan agresi militer. Kolombia menyerukan pertemuan darurat CELAC untuk dialog regional, sementara Brasil mengusulkan mediasi multilateral via PBB.

Kolombia menolak operasi militer unilateral AS, mengumumkan penutupan sementara perbatasan untuk lindungi warga, dan mendesak AS bebaskan Maduro melalui saluran diplomatik. Presiden Kolombia juga meminta pertemuan bilateral dengan AS guna cegah eskalasi konflik perbatasan.

Brasil di bawah Lula mengecam pelanggaran kedaulatan, mendorong pembentukan koalisi Amerika Latin untuk tuntut pertanggungjawaban AS di DK PBB, serta tawarkan diri sebagai fasilitator transisi pemerintahan Venezuela. Meksiko memanggil duta besar AS untuk protes formal dan bergabung dengan upaya hukum internasional menentang “penculikan negara”.

Ketiga negara sepakat bentuk tim diplomatik bersama via UNASUR untuk pantau situasi, lindungi pengungsi, dan dorong dialog dengan oposisi Venezuela demi stabilitas kawasan.

PBB mengecam keras serangan militer AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB serta hukum internasional. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan kekhawatiran mendalam atas eskalasi ini, menyebutnya sebagai “preseden berbahaya” yang mengancam tatanan dunia.

Rapat Darurat DK PBB

Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat atas permintaan Venezuela, didukung Kolombia, Rusia, dan China, untuk membahas agresi AS yang disebut “perang kolonial”. Duta Besar Venezuela Samuel Moncada menuntut investigasi dan sanksi terhadap AS atas pelanggaran Pasal 2(4) Piagam PBB.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menekankan pentingnya semua pihak hormati hukum internasional, dengan Guterres prihatin atas implikasi regional yang luas. Pakar PBB juga menyebut tindakan AS bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Sinergi Pemkot dan BPN: Sertifikasi Aset Mojokerto Capai 51 Bidang

2 Maret 2026 - 17:05 WIB

Polisi Australia Pelaku Pelecehan Anak Dihukum 20 Tahun Penjara di Timor-Leste

2 Maret 2026 - 16:26 WIB

Trending di Internasional