Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Venezuela Tuduh Amerika Babar, Menculik dan Menahan Maduro ke DEA

badge-check


					Beberapa menit yang lalu Nicholas Maduro dibawa ke kantor DEA di New York, yaitu Drug Enforcement Administration, badan penegak hukum federal Amerika Serikat di bawah Departemen Kehakiman yang bertugas memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba ilegal. Foto: Instagram@noticiassinbozal
Perbesar

Beberapa menit yang lalu Nicholas Maduro dibawa ke kantor DEA di New York, yaitu Drug Enforcement Administration, badan penegak hukum federal Amerika Serikat di bawah Departemen Kehakiman yang bertugas memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba ilegal. Foto: Instagram@noticiassinbozal

Penulis: Jacobus E.  Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA LATIN– Dunia mayoritas mengecam serangan pasukan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Operasi Delta Force AS berhasil menangkap Maduro beserta istrinya atas tuduhan narkoterrorisme, yang dibawa ke AS untuk diadili. Presiden Trump menyatakan AS akan “mengendalikan” Venezuela sementara waktu.​

Venezuela sendiri menyebutnya “penculikan barbar” dan pelanggaran Piagam PBB, dengan Wakil Presiden Delcy Rodríguez menuntut pembebasan Maduro. Kolombia menolak aksi militer unilateral yang membahayakan warga sipil, Brasil (Lula) bilang melewati batas tidak bisa diterima, sementara Meksiko dan Chili mengutuk keras sebagai agresi asing.​

Rusia menyebutnya agresi bersenjata dan menuntut klarifikasi serta dialog, China “sangat terkejut” atas penggunaan kekerasan terhadap negara berdaulat, Iran mengutuk pelanggaran integritas teritorial.​

PBB “sangat khawatir” dan menyebutnya preseden berbahaya yang melanggar hukum internasional, dengan pakar UN menyerukan investigasi terhadap Trump. Indonesia memantau situasi untuk lindungi WNI, mendesak de-eskalasi damai dan patuhi Piagam PBB.​

Negara tetangga Venezuela seperti Kolombia, Brasil, dan Meksiko mengambil langkah diplomatik cepat pasca-serangan AS dan penangkapan Maduro, fokus pada de-eskalasi dan penolakan agresi militer. Kolombia menyerukan pertemuan darurat CELAC untuk dialog regional, sementara Brasil mengusulkan mediasi multilateral via PBB.​

Kolombia menolak operasi militer unilateral AS, mengumumkan penutupan sementara perbatasan untuk lindungi warga, dan mendesak AS bebaskan Maduro melalui saluran diplomatik. Presiden Kolombia juga meminta pertemuan bilateral dengan AS guna cegah eskalasi konflik perbatasan.​

Brasil di bawah Lula mengecam pelanggaran kedaulatan, mendorong pembentukan koalisi Amerika Latin untuk tuntut pertanggungjawaban AS di DK PBB, serta tawarkan diri sebagai fasilitator transisi pemerintahan Venezuela. Meksiko memanggil duta besar AS untuk protes formal dan bergabung dengan upaya hukum internasional menentang “penculikan negara”.​

Ketiga negara sepakat bentuk tim diplomatik bersama via UNASUR untuk pantau situasi, lindungi pengungsi, dan dorong dialog dengan oposisi Venezuela demi stabilitas kawasan.​

PBB mengecam keras serangan militer AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB serta hukum internasional. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan kekhawatiran mendalam atas eskalasi ini, menyebutnya sebagai “preseden berbahaya” yang mengancam tatanan dunia.​

Rapat Darurat DK PBB

Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat atas permintaan Venezuela, didukung Kolombia, Rusia, dan China, untuk membahas agresi AS yang disebut “perang kolonial”. Duta Besar Venezuela Samuel Moncada menuntut investigasi dan sanksi terhadap AS atas pelanggaran Pasal 2(4) Piagam PBB.​

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menekankan pentingnya semua pihak hormati hukum internasional, dengan Guterres prihatin atas implikasi regional yang luas. Pakar PBB juga menyebut tindakan AS bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara.​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di News