Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Yenny Wahid –putri Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)– menyampaikan kritik terhadap pengelolaan tambang oleh ormas Islam yang justru memicu perpecahan internal. Pernyataan ini disampaikan saat haul ke-16 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada 17-18 Desember 2025.
Yenny prihatin karena kebijakan pemberian izin tambang kepada ormas keagamaan, termasuk yang berafiliasi NU, membawa mudarat besar berupa perpecahan umat.
Ia mendukung seruan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj agar tambang dikembalikan ke pemerintah, karena pengelolaan saat ini lebih banyak mudaratnya.
Yenny juga menyebut informasi dari Luhut Pandjaitan bahwa ada menteri yang ngotot beri izin tambang ke ormas berafiliasi partai politik, menjadikan NU sebagai alat legitimasi.
Menurut Yenny, NU didirikan KH Hasyim Asy’ari atas semangat persatuan dan mahabbah untuk sebarkan Islam Aswaja, bukan terjebak kepentingan sempit seperti bisnis tambang.
Ia menegaskan NU harus hindari jebakan ini agar tak merugikan diri sendiri dan umat. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran dinamika internal PBNU terkait kebijakan pemerintah. **






