Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat

badge-check


					Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Jurnalis senior Kompas TV, Rosi Magdalena Silalahi, menguji keyakinan intelektual Rocky Gerung lewat pertanyaan yang kerap muncul di publik.

Ia menyinggung label “sok tahu” yang sering dilekatkan pada Rocky, terutama karena latar belakangnya sebagai filsuf dan akademisi dengan bacaan luas.

“Bang, abang pernah nggak merasa bahwa dengan semua buku yang abang baca, abang merasa lebih pintar daripada yang lain, jadi agak sok tahu gitu?” kata Rosi sebulan lalu di Instagramnya.

Rocky menjawab dengan gaya lugas dan reflektif. Menurutnya, orang yang membaca banyak buku memang wajar memiliki rasa percaya diri.

Ia menambahkan, keberanian menguji ide lewat debat, “Iya, harus begitu. Kan kalau Anda nggak posting itu, bagaimana Anda uji kepinteranmu?” ujarnya.

“Kalau Anda nggak berani minta orang debat, head-on itu harus, tapi dipikiran itu. Kan itu dasarnya supaya dialektika jalan. Saya kasih contoh misalnya.” begitu kata Rocky menjelaskan

Rocky lalu menyinggung perpustakaan pribadinya di Puncak, di ketinggian 800 meter, yang pernah dikunjungi Prabowo Subiyanto sebelum menjadi presiden.

Prabowo kala itu menyoroti koleksi buku Rocky, mulai dari karya Francis Fukuyama hingga Das Kapital tiga jilid, dan memberi komentar detail yang menurut Rocky mencerminkan sosok “kutu buku” sejati.

Tak lama kemudian, Gibran Rakabuming juga datang melihat rak yang sama, namun tanpa memberi tanggapan.

“Ada seseorang datang ke tempat saya namanya Gibran, serius, ada beritanya. Dia lihat hal yang sama itu, dan dia nggak komentar apa-apa,” tegas Rocky.

Ia menutup kisah dengan metafora yang memancing tawa sekaligus refleksi: “Di situ Anda bisa bedakan. Mana kutu buku, TERSEBUT mana kutu loncat.”

Bagi Rocky, kepercayaan diri intelektual bukanlah sikap “sok pintar”, melainkan energi dialektika agar gagasan terus diuji, argumen tetap hidup, dan budaya debat menjadi ruang pertumbuhan intelektual.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kepsek SMPN 18 Pukul Siswa Gegara tak Pakai Seragam Lurik, Kombes Pol Ganis Setyaningrum Turun Tangan

27 September 2026 - 00:01 WIB

Kombes Pol Setyaningrum Tangani Langsung Kasus Kekerasan terhadap Siswa SMP 18 Kota Malang

26 September 2026 - 23:49 WIB

Launching Media APPI: Menyuguhkan Talkshow ‘Jangan Asal Viral’

26 September 2026 - 22:57 WIB

Disidak Inspektur Imipas: Lima Kebohongan Kalapas Cibinong Wisnu H. Putranto Terbongkar

26 September 2026 - 21:57 WIB

Efek Sidak Ombudsman, Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong

26 September 2026 - 18:12 WIB

Terbakar Hebat, Dua Ruangan SMPN 2 Perak Ludes Dilalap Api

26 September 2026 - 15:12 WIB

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Trending di News