Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat

badge-check


					Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Jurnalis senior Kompas TV, Rosi Magdalena Silalahi, menguji keyakinan intelektual Rocky Gerung lewat pertanyaan yang kerap muncul di publik.

Ia menyinggung label “sok tahu” yang sering dilekatkan pada Rocky, terutama karena latar belakangnya sebagai filsuf dan akademisi dengan bacaan luas.

“Bang, abang pernah nggak merasa bahwa dengan semua buku yang abang baca, abang merasa lebih pintar daripada yang lain, jadi agak sok tahu gitu?” kata Rosi sebulan lalu di Instagramnya.

Rocky menjawab dengan gaya lugas dan reflektif. Menurutnya, orang yang membaca banyak buku memang wajar memiliki rasa percaya diri.

Ia menambahkan, keberanian menguji ide lewat debat, “Iya, harus begitu. Kan kalau Anda nggak posting itu, bagaimana Anda uji kepinteranmu?” ujarnya.

“Kalau Anda nggak berani minta orang debat, head-on itu harus, tapi dipikiran itu. Kan itu dasarnya supaya dialektika jalan. Saya kasih contoh misalnya.” begitu kata Rocky menjelaskan

Rocky lalu menyinggung perpustakaan pribadinya di Puncak, di ketinggian 800 meter, yang pernah dikunjungi Prabowo Subiyanto sebelum menjadi presiden.

Prabowo kala itu menyoroti koleksi buku Rocky, mulai dari karya Francis Fukuyama hingga Das Kapital tiga jilid, dan memberi komentar detail yang menurut Rocky mencerminkan sosok “kutu buku” sejati.

Tak lama kemudian, Gibran Rakabuming juga datang melihat rak yang sama, namun tanpa memberi tanggapan.

“Ada seseorang datang ke tempat saya namanya Gibran, serius, ada beritanya. Dia lihat hal yang sama itu, dan dia nggak komentar apa-apa,” tegas Rocky.

Ia menutup kisah dengan metafora yang memancing tawa sekaligus refleksi: “Di situ Anda bisa bedakan. Mana kutu buku, TERSEBUT mana kutu loncat.”

Bagi Rocky, kepercayaan diri intelektual bukanlah sikap “sok pintar”, melainkan energi dialektika agar gagasan terus diuji, argumen tetap hidup, dan budaya debat menjadi ruang pertumbuhan intelektual.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News