Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Fakta-fakta Banjir Besar di Aceh dan Sumatera

badge-check


					Banjir di Sumut Perbesar

Banjir di Sumut

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera sejak akhir pekan lalu memicu banjir bandang dan longsor berskala besar. Dampaknya meluas ke berbagai wilayah hingga ratusan orang meninggal dan puluhan ribu warga mengungsi. Berikut rangkuman yang menggambarkan kompleksitas bencana ini.

1. Dipicu Dua Siklon Tropis yang Menguat di Sekitar Indonesia

BMKG mencatat dua siklon tropis yang berpengaruh langsung pada cuaca ekstrem di Indonesia: Siklon Tropis Koto di Laut Filipina Barat dan Siklon Tropis Senyar yang berasal dari bibit siklon 95B.

Keduanya memicu peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah barat Indonesia—termasuk Selat Malaka yang menjadi jalur masuk badai ke pesisir Aceh dan Sumatera Utara. Fenomena ini sejalan dengan prediksi para klimatolog soal meningkatnya anomali cuaca di kawasan maritim Indonesia.

2. Walhi Menuding Ada Peran Perusahaan dalam Memperparah Dampak Banjir

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyebut tujuh perusahaan berkontribusi dalam memperparah bencana, terutama di kawasan Tapanuli. Menurut Walhi dan data BPBD, sejak badai dari Selat Malaka memasuki wilayah daratan dan sempat menyeberang Aceh–Sumut, kerusakan lahan dan perubahan bentang alam membuat banjir bandang semakin besar.

Bencana ini meluas hingga 51 desa di 42 kecamatan pada delapan kabupaten/kota. Tapsel dan Tapteng menjadi wilayah paling parah—keduanya berada dalam Ekosistem Batangtoru, salah satu hutan tropis tersisa di Sumatra Utara yang selama ini menghadapi tekanan industri.

3. Korban Jiwa Mencapai 174 Orang, Ribuan Keluarga Mengungsi

BNPB mencatat 174 orang meninggal dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan infrastruktur, pemutusan jaringan komunikasi, serta terisolasinya beberapa desa membuat upaya evakuasi pada hari-hari pertama berlangsung lambat dan menegangkan.

4. Pemerintah Belum Menetapkan Status Bencana Nasional

Meski skala bencana meluas, pemerintah pusat belum menaikkan status menjadi bencana nasional. Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihaknya “masih memonitor” kondisi di lapangan dan terus mengirim bantuan, tanpa merinci bentuk bantuannya.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bencana ini masih tergolong bencana daerah tingkat provinsi dan belum memenuhi ambang penetapan status nasional. Ia menyebut hanya dua bencana yang pernah ditetapkan sebagai bencana nasional yaitu Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004.

Sementara gempa besar lain seperti Palu dan Cianjur pun tidak mendapat status tersebut.

BNPB mengatakan bahwa derasnya laporan warga di media sosial—dari desa terisolasi, warga terseret arus, hingga komunikasi terputus—menciptakan kesan situasi yang jauh lebih kritis.

Meski demikian, BNPB mengklaim bahwa kondisi di sebagian besar wilayah sudah mulai terkendali setelah hujan mereda. Tapanuli Tengah disebut sebagai daerah yang kondisinya masih paling serius hingga Jumat sore, 28 November 2025.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Cadangan Beras 5,1 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Anggaran Hampir Rp 7 T, Purbaya Kecewa Data DTSEN Morat-marit

26 Agustus 2026 - 18:42 WIB

43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga

25 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Trending di Nasional