Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Dihantam Lagi Abu Vulkanik Erupsi Semeru, Jembatan Koboan Ditutup Alami Kerusakan Minor

badge-check


					Setelah tiga kali mebgalami kerusakan akibat serbuan abu vulkanik, pemerintah membangun kembali Jemabatanb Koboan alias jembatan Gladak Perak. Kemarin 19 November, dihantam lagi dwbu vulkanik semburan erupsi Semeru, dan saat ini ditutup dilarawan dilewati, Foto: Ist Perbesar

Setelah tiga kali mebgalami kerusakan akibat serbuan abu vulkanik, pemerintah membangun kembali Jemabatanb Koboan alias jembatan Gladak Perak. Kemarin 19 November, dihantam lagi dwbu vulkanik semburan erupsi Semeru, dan saat ini ditutup dilarawan dilewati, Foto: Ist

Penulis: Sri Muryanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LUMAJANG– Kondisi Jembatan Besuk Koboan di Lumajang setelah terkena awan panas guguran dari Puncak Semeru yang meluncur sejauh 14 kilometer pada Kamis, 20 November 2025, menunjukkan bahwa jembatan tersebut terdampak material vulkanik dan awan panas yang datang dari letusan Gunung Semeru.

Sungai Besuk Koboan di sekitar jembatan dipenuhi material vulkanik akibat awan panas guguran. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dari peristiwa ini dan akses di area tersebut cenderung ditutup untuk keamanan warga oleh petugas terkait seperti BPBD, TNI, dan polisi yang terus memantau kondisi di lapangan.

Demikian keterangan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho. Dia mengimbau masyarakat diimbau untuk menjauhi zona berbahaya dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai maupun jembatan yang terdampak.

Situasi ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas erupsi Gunung Semeru yang terus diamati oleh petugas terkait untuk memastikan keselamatan publik.​

Jembatan Besuk Koboan di Lumajang mengalami kerusakan ringan akibat tumpukan abu vulkanik dari awan panas guguran Gunung Semeru yang meluncur sejauh 14 kilometer.

Meskipun jembatan masih berdiri dan arus kendaraan di sekitarnya terpantau lancar, kondisi jalur di sekitar jembatan menjadi licin dan tidak aman karena material vulkanik bercampur hujan serta adanya bau belerang dan asap tebal.

Petugas telah menutup total akses ke jembatan untuk keselamatan, mengingat kondisi tersebut membahayakan dan perlu penanganan lebih lanjut. Jadi, secara struktural kerusakan jembatan tidak parah, tetapi ada dampak signifikan dari material vulkanik yang menumpuk di sekitar jembatan dan jalurnya.

Jembatan Besuk Koboan, juga dikenal sebagai Jembatan Gladak Perak, awalnya dibangun pada tahun 1998.

Jembatan ini mengalami kerusakan parah akibat erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021, lalu dibangun kembali dan selesai pada awal 2024 dengan konstruksi rangka baja tipe Pratt Truss sepanjang 140 meter.

Pembangunan kembali jembatan ini dilakukan dengan penunjukan langsung kontraktor PT Adhi Karya untuk mempercepat proses pasca bencana, dan jembatan baru ini kini menjadi akses penting penghubung Lumajang dan Malang.

Sejarah Jembatan Gladak Perak, yang kini dikenal juga sebagai Jembatan Koboan, bermula dari pembangunan awal oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sekitar tahun 1925 hingga 1940. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan antara Kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang sebagai jalur utama penghubung kedua wilayah tersebut.​

Jembatan ini mengalami kerusakan berat akibat diterjang lahar dan erupsi Gunung Semeru, terutama saat erupsi besar pada tahun 2021 yang menyebabkan jembatan tersebut hancur dan akhirnya harus dibangun kembali.

Pembangunan kembali dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan konsep modern dan konstruksi rangka baja terbaru yang cepat dan kokoh, selesai sekitar awal tahun 2024.​​

Secara keseluruhan, jembatan ini memiliki sejarah panjang dari masa penjajahan Belanda, masa pasca kemerdekaan, hingga rekonstruksi pasca bencana erupsi Semeru, yang kemudian menjadikannya sebagai simbol rekonstruksi dan kebanggaan wilayah setempat.​ **

Terkait
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Trending di News