Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

WaterLight Lentera Berbahan Bakar Air Laut atau Urine Mampu Bertahan 45 Hari

badge-check


					 Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina menciptakan alat inovatif bernama WaterLight — lentera portabel menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson. Sekali izi bisa bertahan sampai 45 hari. Foto: branding Perbesar

Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina menciptakan alat inovatif bernama WaterLight — lentera portabel menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson. Sekali izi bisa bertahan sampai 45 hari. Foto: branding

Penulis: Jacobus E. Lato   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS, KOLOMBIA– Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina, telah menciptakan sebuah alat inovatif bernama WaterLight — sebuah lentera portabel yang sepenuhnya menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson.

Lampu inovatif ini menghasilkan listrik melalui proses ionisasi antara pelat magnesium dan tembaga, mengubah elektrolit dalam air asin menjadi energi yang dapat digunakan.

Dengan sekali isi, WaterLight dapat menghasilkan cahaya terus menerus hingga 45 hari, menjadikannya alternatif yang andal dan ramah lingkungan dibandingkan lampu tenaga surya, terutama di wilayah terpencil atau berawan.

Lebih dari sekadar lentera, alat ini juga berfungsi sebagai mini generator, mampu mengisi daya perangkat elektronik kecil melalui USB, seperti ponsel atau radio — fitur vital untuk komunitas yang tidak terhubung dengan jaringan listrik.

Versi pertama WaterLight dirancang untuk masyarakat Wayúu di Kolombia, sebuah komunitas adat yang tinggal di gurun pesisir utara negara tersebut yang menghadapi keterbatasan akses listrik.

Badan lentera yang terbuat dari kayu dan tali anyaman tangan dibuat menggunakan bahan dan teknik lokal, merayakan warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan energi praktis.

Setiap unit WaterLight menyediakan sekitar 5.600 jam tenaga bersih dan terbarukan selama masa pakainya dan sepenuhnya dapat didaur ulang, menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan inovasi sosial dalam satu desain.

Dengan mengubah sesuatu yang sesederhana air garam menjadi listrik, WaterLight mewakili lompatan besar menuju kemandirian energi — membuktikan bahwa bahkan komunitas paling terpencil di dunia dapat menerangi rumah mereka tanpa bergantung pada sinar matahari atau bahan bakar fosil. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Cinta Laura Beradegan Intim di Series WeTV ‘Sleeping With The Enemy’

17 Juli 2026 - 21:01 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Rasa Nano-nano Pacar Bek Argentina Berkebangsaan Inggris

16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

Trending di News