Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

WaterLight Lentera Berbahan Bakar Air Laut atau Urine Mampu Bertahan 45 Hari

badge-check


					 Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina menciptakan alat inovatif bernama WaterLight — lentera portabel menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson. Sekali izi bisa bertahan sampai 45 hari. Foto: branding Perbesar

Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina menciptakan alat inovatif bernama WaterLight — lentera portabel menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson. Sekali izi bisa bertahan sampai 45 hari. Foto: branding

Penulis: Jacobus E. Lato   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS, KOLOMBIA– Sebuah startup dari Kolombia, E-Dina, telah menciptakan sebuah alat inovatif bernama WaterLight — sebuah lentera portabel yang sepenuhnya menggunakan tenaga dari air garam atau bahkan urin, dikembangkan bekerja sama dengan Wunderman Thompson.

Lampu inovatif ini menghasilkan listrik melalui proses ionisasi antara pelat magnesium dan tembaga, mengubah elektrolit dalam air asin menjadi energi yang dapat digunakan.

Dengan sekali isi, WaterLight dapat menghasilkan cahaya terus menerus hingga 45 hari, menjadikannya alternatif yang andal dan ramah lingkungan dibandingkan lampu tenaga surya, terutama di wilayah terpencil atau berawan.

Lebih dari sekadar lentera, alat ini juga berfungsi sebagai mini generator, mampu mengisi daya perangkat elektronik kecil melalui USB, seperti ponsel atau radio — fitur vital untuk komunitas yang tidak terhubung dengan jaringan listrik.

Versi pertama WaterLight dirancang untuk masyarakat Wayúu di Kolombia, sebuah komunitas adat yang tinggal di gurun pesisir utara negara tersebut yang menghadapi keterbatasan akses listrik.

Badan lentera yang terbuat dari kayu dan tali anyaman tangan dibuat menggunakan bahan dan teknik lokal, merayakan warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan energi praktis.

Setiap unit WaterLight menyediakan sekitar 5.600 jam tenaga bersih dan terbarukan selama masa pakainya dan sepenuhnya dapat didaur ulang, menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan inovasi sosial dalam satu desain.

Dengan mengubah sesuatu yang sesederhana air garam menjadi listrik, WaterLight mewakili lompatan besar menuju kemandirian energi — membuktikan bahwa bahkan komunitas paling terpencil di dunia dapat menerangi rumah mereka tanpa bergantung pada sinar matahari atau bahan bakar fosil. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (51): Kebengisan Klan Bhowani dan Phansigar

1 September 2026 - 19:09 WIB

RSKKA Gabung Perpanjangan Tanggap Darurat NTT, Dr Agus: Jangan Biarkan Pasien Gempa Menderita Sendiri

1 September 2026 - 17:38 WIB

Adab Presiden Prabowo Saat Menyalami Kiai Sepuh KH Nurul Huda Djazuli di Muktamar NU

1 September 2026 - 15:26 WIB

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Hakim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Trending di News