Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Menciptakan Rumah Adem Tanpa AC, Caranya Mudah

badge-check


					Warna putih tidak menyerap panas Perbesar

Warna putih tidak menyerap panas

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor:Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Cuaca panas belakangan ini membuat banyak orang menyalakan pendingin ruangan hampir seharian. Namun, penggunaan AC yang berlebihan tak hanya membuat tagihan listrik membengkak, tapi juga kurang ramah lingkungan.

Sekelompok ilmuwan Spanyol mengatakan mengecat atap rumah atau bangunan dengan warna putih dapat menurunkan suhu hampir 5 derajat Celcius sewaktu gelombang panas menyerang.

Warna putih atap yang terbukti dapat menurunkan temperatur udara itu merupakan temuan dari penelitian para periset di Autonomous University of Barcelona (AUB). Berbekal temuan itu, mereka mendesak pihak berwenang dan warga Barcelona untuk mempertimbangkan pengubahan warna atap rumah atau bangunan menjadi putih.

Sergi Ventura adalah salah satu peneliti di AUB. “Di kota-kota seperti Barcelona, yang sering menghadapi gelombang panas, atap sebaiknya dicat putih. Dalam uji coba kami, kami mendeteksi penurunan suhu rata-rata 0,8 derajat Celcius selama gelombang panas di kawasan yang beratap putih. Dan bahkan bisa sampai 4 derajat lebih rendah di lokasi-lokasi tertentu dan selama jam-jam tertentu dalam sehari,” jelasnya.

Untuk penelitian ini, para periset mensimulasikan gelombang panas pada musim panas 2015 ketika suhu harian mencapai antara 35 dan 40 derajat Celsius sementara pada malam hari sekitar 25 derajat Celsius di sebelas area berbeda di Barcelona.

Dari hasil simulasi itu, perhitungan mereka memperkirakan suhu udara di beberapa wilayah di Barcelona bisa diturunkan hingga sebesar 4,7 derajat Celsius saat terjadi gelombang panas. Hasil studi AUB ini telah dipublikasikan di majalah Urban Climate.

Samuel Saintot, konsultan piranti lunak di Barcelona, menyambut seruan AUB. Ia tertarik untuk memoles atap banguan tempat tinggalnya dengan cat putih. “Saya pikir itu ide yang bagus. Pada dasarnya seperti yang saya katakan, kami sangat menderita di kota-kota besar, terutama pada musim panas. Ya, saya pasti akan melakukannya. Dan saya sangat berharap semua orang juga akan melakukannya. Dan saya juga berpikir, ini akan menghemat energi, dan sangat baik untuk menanggulangi pemanasan global,” jelasnya.

Barcelona bangga menjadi kota pionir dalam perang melawan perubahan iklim. Kota tersebut saat ini telah menggelar serangkaian proyek untuk melawan kenaikan suhu.

Salah satunya disebut Penampungan Iklim, yang bertujuan untuk mengubah sebelas sekolah yang dianggap rentan terhadap panas ekstrem menjadi taman-taman bermain yang kaya tanaman dan kolam air.

Suhu rata-rata kota itu telah mengalami peningkatan 0,08 derajat Celcius per dekade selama 240 tahun terakhir, dengan peningkatan total 1,8 derajat.

Musim panas 2020 merupakan periode terpanas yang tercatat dalam sejarah Barcelona modern dengan suhu rata-rata mencapai 39,3 derajat Celsius.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style