Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tubuh Kakek 77 Tahun Terpental di Aspal Dihantam Minibus di Takeran Madiun

badge-check


					Petugas lalu lintasn Polres madiun dan masyarakat membantu mengevakuasi jasad kakek 77 tahun yang tewas, akibat sepedanya dihantam minibus di Takeran, Madiun, Minggu siang, 5 Oktiber 2025. Foto: Kredonews.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

Petugas lalu lintasn Polres madiun dan masyarakat membantu mengevakuasi jasad kakek 77 tahun yang tewas, akibat sepedanya dihantam minibus di Takeran, Madiun, Minggu siang, 5 Oktiber 2025. Foto: Kredonews.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Bambang Tjuk Winarno   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS, MAGETAN – Seorang kakek yang tengah mengayuh sepeda pancal, tewas dihantam minibus di jalan raya Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Magetan, Jawa Timur, Minggu siang, 5 Oktober 2025.

Saling kerasnya benturan, tubuh korban terpental dan terhempas di aspal jalan, persis di depan Masjid Jami Al-Fatah di area itu.

Korban diketahui bernama Hadi Karmiin, 77 tahun, warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Magetan. Saat kejadian, korban diduga hendak menjenguk sawahnya yang berjarak tak jauh lagi dari lokasi kejadian.

Sementara minibus Inova bernopol AE 1271 CO yang dikemudikan Firstyan Windi, 30 tahun, warga Jl. Serayu, Kota Madiun, langsung menepikan kendaraannya di bahu kanan jalan. Di dalam minibus itu terdapat tiga orang dalam satu keluarga, suami (sopir), istri dan anak Balitanya.

Berbagai sumber di lapangan menyebutkan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi tatkala minibus meluncur deras dari arah Barat (Magetan) menuju Timur (Madiun). Dadi arah yang sama korban mengayuh sepeda pangcalnya. Di wilayah itu kondisi jalan lurus dan mulus, serta dalam keadaan sepi pengguna jalur.

Saat berada di lokasi kejadian, persis di depan Masjid Jami Al-Fatah, tiba-tiba korban belok ke kanan bermaksud hendak menuju lokasi sawahnya. Melihat itu, Windi tak mampu lagi mengendalikan kemudinya, hingga benturan keras tak terhindarkan.

Salah seorang pemilik warung yang tak jauh dari lokasi kejadian, Masdinah, kepada koresponden menuturkan, saat dia duduk menunggu warungnya tiba-tiba mendengar suara benturan keras. Saat menengok, dari balik jendela warung dia mendapati tubuh korban sudah tergeletak di tengah jalan.

Sepeda pancal warna biru yang dikayuh korban tergeletak tak beraturan di sekitarnya. Sedangkan mobil warna hitam yang menabraknya, bergerak perlahan berusaha menepi ke sisi kanan jalur.

“Jadi, waktu itu saya lagi duduk di warung saya ini. Tiba-tiba saya mendengar suara “brakk” gitu. Pas saya menoleh dari jendela ini, ternyata ada kecelakaan. Lantas saya memanggil suami saya. Suami saya lebih jelas. Karena dia ikut menolong,” tutur Masdinah.

Suami Masdinah, Amin, menuturkan dia langsung lari mendatangi korban, begitu mendengar informasi dari istrinya adanya insiden tersebut. Menurutnya, korban langsung meninggal dunia, yang diketahuinya dengan meraba bagian nadi leher korban.

Dikatakan Amin, korban mengalami beberapa luka di tubuhnya. Luka di tubuh korban yang serius, katanya, kepalanya pecah dan bagian kaki terluka parah. Tubuh korban langsung ditutup menggunakan selembar kain.

“Korban ini belok kanan kemungkinan akan menuju sawahnya. Keduanya berjalan beriringan. Dia ditabrak dari belakang. Waktu saya pegang lehernya, korban sepertinya sudah meninggal dunia. Kepalanya pecah, kakinya luka parah,” ujar Amin.

Aparat Kepolisian Lalu Lintas Polres Magetan yang tiba di lokasi kecelakaan, langsung melakukan pemeriksaan tempat perkara. Pengemudi minibus dan sejumlah saksi mata yang mengetahui kejadiannya, dimintai keterangan.

Jasad korban juga langsung dievakuasi menggunakan ambulans relawan R24JAM, dan dikirim ke Kamar Jenazah RSUD dr. Sayidiman, Magetan. Sepeda pancal dan minibus yang terlibat kecelakaan diamankan di Pos Polisi terdekat. Insiden ini masih dalam penyelidikan petugas setempat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (63): Konspirasi adalah Ibu Jari Penghubung

1 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Dirjenpas Mashudi Pimpin Penghancuran Klaster Mewah di LP Cibinong, Mengarah Perusakan Barang Bukti

1 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Tengger untuk Dunia, ALIT Gelar Sarasehan Pranata Waktu ‘Sinau Niteni Mangsa’

1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Presiden Prabowo Ganti Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit kepada Komjen Suyudi Kepala BNN

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Digrebek Pesta Narkoba, Kakak Beradik Asrilla dan Afif Reza Rimunda

1 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ratusan Truk Tutup Jl. Jagir Wonokromo, GSJT Tuntut Barcode Dihapus Minta BPH Migas Hadir

1 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

Belum Ada Respon dari Pejabat, Ratusan Truk Ancam Menginap di Kantor Gubernur Pertamina Jatim

30 September 2026 - 19:10 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di Nasional