Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Jangan Merokok Setelah Makan, Banyak Ruginya

badge-check


					Ilustrasi merokok sesudah makan Perbesar

Ilustrasi merokok sesudah makan

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Banyak perokok cenderung memiliki kebiasaan menyalakan rokok setelah makan dengan anggapan bahwa itu adalah tindakan normal setelah makan. Namun, praktik ini bukan semata-mata kebiasaan budaya atau pilihan, karena ada juga faktor neurobiologis dan psikologis yang memengaruhi perilaku ini.

Jika Anda pernah mendapati diri Anda menginginkan rokok tepat setelah selesai makan, Anda pasti tidak sendirian. Ternyata keinginan setelah makan ini bukan hanya kebetulan—melainkan kebiasaan yang terbentuk di otak Anda, dan sains di baliknya cukup menarik! Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk menyelidiki bagaimana nikotin dan makanan bekerja pada otak.

Merokok setelah makan masih banyak dilakukan masyarakat, termasuk di Indonesia. Kebiasaan ini dianggap lumrah oleh sebagian orang, padahal sangat berbahaya karena bisa mempercepat serangan zat beracun ke dalam tubuh.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, merokok setelah makan dapat berdampak buruk pada pencernaan. Nikotin dan zat kimia lain dalam rokok dapat mengganggu proses pencernaan.

Melansir Australian Government Department of Health and Aged Care, Jumat (3/10/2025), dalam waktu 10 detik setelah seseorang mengisap rokok, zat kimia beracun dalam asap tembakau akan langsung mencapai otak, jantung, dan organ tubuh lainnya. Merokok pun membahayakan hampir seluruh bagian tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Bahaya khusus dari merokok setelah makan diungkap oleh dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AlFO-K. Ia menjelaskan bahwa merokok usai makan bisa mengganggu sistem pencernaan yang sedang aktif bekerja.

“Saat sistem pencernaan lagi aktif-aktifnya, kalau kamu merokok, maka nikotin pada rokok dapat ikut terserap dan mengganggu proses pencernaan ini,” ungkap dr Dion melalui akun Instagram @dionharyadi.

Lebih lanjut, Dion menegaskan kebiasaan merokok setelah makan juga dapat menghalangi penyerapan vitamin dan mineral dari makanan. Bahkan penelitian menunjukkan tubuh perokok lebih sulit menyerap zat gizi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

“Ada penelitian yang mengungkap bahwa tubuh perokok lebih sulit menyerap zat gizi dari makanan ketimbang mereka yang bukan perokok. Jadi lebih baik untuk berhenti,” tambahnya.

Meski demikian, bagi perokok yang masih berusaha mengurangi kebiasaan ini, dr. Dion memberi rekomendasi untuk tidak langsung merokok setelah makan. “Jika hal ini sulit dilakukan, hindari merokok setidaknya 20 menit setelah makan terakhir,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RI Dinobatkan Negara Paling Ramah ke-4 Dunia

29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Trending di Life Style