Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Tak Ada Tanda Kehidupan di Reruntuhan Musala Ponpes Al-Khoziny, Alat Berat Dioperasikan

badge-check


					Menko PMK Pratikno meninjau evakuasi korban musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 2 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola) Perbesar

Menko PMK Pratikno meninjau evakuasi korban musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 2 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SIDOARJO-Pemerintah resmi menggunakan alat berat dalam evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah Basarnas memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan keputusan tersebut telah dibahas bersama keluarga korban dan semua pihak terkait. “Keluarga juga setuju untuk penggunaan alat berat. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan,” ujar Pratikno di Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang bersama tim SAR gabungan dan keluarga korban. “Tim gabungan memutuskan untuk masuk tahap evakuasi pencarian dengan menggunakan alat-alat berat,” katanya.

Suharyanto menjelaskan pihaknya telah menurunkan 219 petugas terlatih dengan dukungan logistik dan perlengkapan, antara lain lima unit derek (crane), 30 ambulans, 30 truk sampah, 300 kantong jenazah. Ia menambahkan, pemerintah juga siap membantu keluarga korban yang kesulitan dalam pemakaman atau pemindahan jenazah ke luar daerah.

Kepala Subdirektorat RPDO Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan pihaknya telah melakukan tiga kali asesmen sejak Rabu (1/10/2025) malam hingga Kamis (2/10/2025) pagi menggunakan peralatan canggih. “Asesmen pukul 23.00 WIB, pukul 02.00 WIB, dan pukul 07.00 WIB hasilnya nihil tanda kehidupan,” tegas Freezer.

Atas pertimbangan keselamatan dan visibilitas terbatas, proses evakuasi hanya dilakukan hingga sore hari. Setiap kali pengangkatan puing dengan derek, tim akan kembali melakukan asesmen ulang demi memastikan keamanan seluruh proses.

BNPB dan Basarnas menegaskan, meski proses evakuasi telah memasuki tahap pemulihan (recovery), pencarian tetap dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan.

Sebelumnya, tim SAR telah menggunakan berbagai alat canggih untuk mendeteksi korban hidup. Namun, hasilnya nihil. Karena itu, evakuasi dilanjutkan dengan metode baru menggunakan alat berat untuk mempercepat pencarian.

“Tidak ada satu keluarga pun yang meminta pencarian korban hidup dilanjutkan. Mereka sepakat evakuasi dilakukan dengan alat berat,” tambah Suharyanto.

Posko SAR Gabungan melaporkan, korban musibah ini mencapai 108 orang. Sebanyak 103 orang dinyatakan selamat dan lima orang meninggal dunia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cadangan Beras 5,1 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Anggaran Hampir Rp 7 T, Purbaya Kecewa Data DTSEN Morat-marit

26 Agustus 2026 - 18:42 WIB

43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga

25 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:13 WIB

GIIAS Surabaya 2026 Siap Digelar, Ini Daftar Pesertanya

24 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Investasi Jatim Semester I/2026 Tembus Rp72,7 Triliun, Hong Kong Rajai PMA

24 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BPOM Atur Kemasan Pangan, Pengusaha Wajib Pastikan Plastik Aman

24 Agustus 2026 - 19:03 WIB

YLKI Peringatkan Potensi Kerugian Konsumen Akibat Rencana Pembatasan Pertalite

23 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Temuan Uang Palsu di BSD Rp36 M: Kasat Mata Mirip Rupiah Asli

23 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional