Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SIDOARJO- Perahu dengan jumlah penumpang tujuh orang terbalik di Sungai Katingan, Sidoarjo, pada Minggu setelah Magrib, 28 September 2025.
Berikut nama-nama korban perahu terbalik di Sungai Katingan, Sidoarjo pada 28 September 2025:
Rincian korban selamat:
* Safi’i (Kisik)
* Idris (Kelurahan Tapaan, RT 04/RW 04)
* Sunarsih (Keluarahan Tapaan, RT 04/ RW 04)
* Ulfa (Kelurahan Tapaan RT 04/ RW 04)
*Saparih (Kelurahan Tapaan RT 03/ RW 04)
Korban Meninggal:
* Kamima (Kelurahan Tapaan, RT 02/ RW 04)
* Suya (kelurahan Tapaan, RT 04/ RW 04)
Tim SAR dan warga sekitar segera melakukan pencarian dan pertolongan setelah laporan kejadian diterima. Para korban selamat berenang ke tepian sedangkan korban yang lainnya masih dalam pencarian atau telah dievakuasi tergantung dari kondisi masing-masing setelah kejadian.
Kejadian bermula saat para penumpang menyeberangi Sungai Katingan menggunakan perahu usai menonton acara peluncuran di sekitar daerah tersebut.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga mendapatkan korban dalam kondisi tertentu dan kemudian operasi SAR dinyatakan selesai setelah evakuasi korban.
Informasi detail tentang identitas korban dan kondisi pasca kejadian masih dilaporkan oleh pihak terkait di lapangan untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi kejadian perahu terbalik di Sungai Katingan, Sidoarjo pada Minggu (28/9) usai Magrib adalah sebagai berikut:
Para korban yang berjumlah tujuh orang, termasuk seorang pengemudi perahu, baru saja menonton acara peluncuran maskot dan jingle Pemilu Kabupaten Katingan. Setelah itu, mereka pulang dan menyeberangi Sungai Katingan menggunakan perahu. Naas, perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba terbalik di tengah sungai.
Sebagian penumpang, yaitu lima orang, berhasil berenang ke tepian dan selamat. Namun, satu korban tidak berhasil menyelamatkan diri dan tenggelam, menyebabkan Tim SAR dan warga sekitar melakukan pencarian intensif.
Korban yang tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian. Setelah itu, operasi SAR dinyatakan selesai dan korban dievakuasi untuk diserahkan kepada keluarga mereka.
Kronologi ini menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah terbaliknya perahu saat menyeberangi sungai di malam hari, memicu aksi cepat tanggap dari warga dan Tim SAR untuk evakuasi dan pencarian korban.**






