Penulis: Yusran Hakim : Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Tokopedia telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada sekitar 420 karyawan dalam dua bulan terakhir, dengan 240 orang di-PHK pada Agustus 2025 dan 180 orang pada Juli 2025.
PHK ini terjadi terutama di divisi teknologi informasi (IT), customer care, tim pemenuhan pesanan (fulfillment), dan gudang.
Alasan utama PHK adalah jumlah karyawan yang dianggap terlalu banyak (terlalu “gemuk”) setelah penggabungan dengan TikTok Shop, dengan total pegawai gabungan sekitar 2.500 orang, yang dinilai berlebihan oleh TikTok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia.
Selain itu, ada pengalihan kendali teknis Tokopedia ke China, dengan target integrasi sistem sepenuhnya selesai pada Desember 2025.
Tim teknis yang tersisa di Tokopedia Indonesia akan dikelola langsung oleh tim di China, sementara karyawan di Indonesia lebih fokus pada bisnis dan pemasaran. Manajemen Tokopedia dan TikTok belum memberikan komentar resmi terkait isu PHK ini.
Tokopedia saat ini dimiliki oleh TikTok (75,01%) dan GoTo (24,99%) setelah akuisisi oleh TikTok pada akhir 2023, yang juga memicu perubahan strategi operasional dan pengurangan pegawai.
Layanan gudang pintar Tokopedia juga telah ditutup pada 15 Agustus 2025, mengakibatkan PHK tambahan di bagian tersebut.
Kronologi PHK Tokopedia
Juni 2025: Tokopedia mulai melakukan PHK massal pertama yang berdampak sekitar 450 karyawan, atau sekitar 9% dari total karyawan.
PHK ini dilakukan seiring dengan akuisisi Tokopedia oleh TikTok dan penggabungan operasional antara keduanya. Penyesuaian ini dimaksudkan untuk efisiensi dan penyelarasan dengan tujuan perusahaan baru.
Juli 2025: PHK lanjutan dilakukan terhadap sekitar 180 karyawan di berbagai divisi seperti teknologi informasi (IT), customer care, fulfillment, dan gudang.
Agustus 2025: Dilaporkan terjadinya PHK lagi terhadap sekitar 240 karyawan, melanjutkan tren pengurangan jumlah pegawai di Tokopedia yang digabung operasionalnya dengan TikTok Shop.
Sepanjang periode ini, pengalihan kendali teknis Tokopedia ke China juga semakin intensif dengan rencana integrasi sistem selesai akhir tahun 2025.
Karyawan yang tersisa lebih diarahkan ke fungsi pemasaran dan bisnis sedangkan tim teknis di Indonesia banyak digantikan oleh tim dari China.
Manajemen dan TikTok yang memiliki 75% saham Tokopedia menyatakan bahwa PHK merupakan bagian dari evaluasi kebutuhan bisnis dan penyesuaian organisasi untuk memperkuat perusahaan dan memberikan layanan yang lebih baik.
Proses ini berlangsung secara bertahap dan mencakup penutupan layanan gudang pintar Tokopedia sejak 15 Agustus yang juga memicu PHK di bagian tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga mengkaji laporan PHK massal terkait akuisisi tersebut demi memastikan prosesnya sesuai ketentuan.
Singkatnya, PHK Tokopedia pada 2025 terjadi secara bertahap sejak Juni hingga Agustus dengan total terdampak sekitar 420-450 karyawan, sebagai bagian dari restrukturisasi pasca akuisisi dan efisiensi bisnis integrasi dengan TikTok Shop. **