Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Sering Pakai ChatGPT Bikin IQ Anda Turun

badge-check


					Ilustrasi ChatGPT Perbesar

Ilustrasi ChatGPT

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Sejak ChatGPT muncul hampir tiga tahun lalu, dampak teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap pembelajaran telah banyak diperdebatkan.

Meski membantu, ada kekhawatiran bahwa penggunaan AI akan menyebabkan penurunan kemampuan berpikir kritis. Argumennya adalah jika siswa menggunakan perangkat AI terlalu dini, mereka mungkin tidak mengembangkan keterampilan dasar untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Teknologi ini menjadi perhatian besar ilmuwan, apakah AI efisien untuk pendidikan yang dipersonalisasi, atau menjadi pintu gerbang menuju kecurangan akademis?

Menurut sebuah studi terbaru oleh para ilmuwan dari MIT, yang dikutip dari Science Alert, AI tampaknya bisa menyebabkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir. Penggunaan ChatGPT untuk membantu menulis esai, menurut para peneliti, dapat menyebabkan cognitive debt atau utang kognitif, yakni berkurangnya kemampuan mengingat dan kemungkinan penurunan keterampilan belajar.

Perbedaan antara menggunakan AI dan otak

Selama empat bulan, tim MIT meminta 54 orang dewasa untuk menulis serangkaian tiga esai menggunakan AI (ChatGPT), mesin pencari, atau otak mereka sendiri (kelompok “hanya otak”). Tim mengukur keterlibatan kognitif dengan memeriksa aktivitas listrik di otak dan melalui analisis linguistik esai.

Keterlibatan kognitif mereka yang menggunakan AI secara signifikan lebih rendah daripada dua kelompok lainnya. Kelompok AI juga mengalami kesulitan mengingat kutipan dari esai mereka dan merasa kurang memiliki rasa kepemilikan terhadap kutipan tersebut.

Para penulis mengklaim hal ini menunjukkan bagaimana penggunaan AI yang berkepanjangan menyebabkan para peserta mengakumulasi utang kognitif. Ketika akhirnya harus menggunakan otak sendiri, mereka tidak dapat mereplikasi keterlibatan atau berkinerja sebaik mereka yang mengerjakan tugas tanpa AI.

Apakah ini benar-benar menunjukkan bahwa AI membuat kita lebih bodoh?

Hasil ini tidak serta merta berarti bahwa siswa yang menggunakan AI mengakumulasi utang kognitif. Menurut ahli, temuan ini disebabkan oleh desain penelitian yang spesifik.

Perubahan konektivitas saraf pada kelompok yang hanya menggunakan otak selama tiga sesi pertama kemungkinan besar merupakan hasil dari semakin terbiasanya mereka dengan tugas studi, sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek familiarisasi.

Seiring peserta studi mengulangi tugas tersebut, mereka menjadi lebih familiar, efisien, dan strategi kognitif mereka pun beradaptasi.

Ketika kelompok AI akhirnya dapat menggunakan otak mereka, mereka hanya mengerjakan tugas tersebut sekali. Akibatnya, mereka tidak dapat menyamai pengalaman kelompok lain.

Mereka hanya mencapai keterlibatan yang sedikit lebih baik daripada kelompok yang hanya menggunakan otak selama sesi pertama.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional