Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Polisi Meringkus Sepasang Kakak Beradik Lakukan Inses, Buang Jasad Bayi Pakai GoSend

badge-check


					Petugas Polrestabes Medan menangkap sepasang kakak beradik, diduga melakukan inses, hingga hamil. Mereka juga disangka sebagai pelaku pembuangan jasad bayi menggunakan jasa driver GoSend, Jumat 9 April 2025. Instagram@informania Perbesar

Petugas Polrestabes Medan menangkap sepasang kakak beradik, diduga melakukan inses, hingga hamil. Mereka juga disangka sebagai pelaku pembuangan jasad bayi menggunakan jasa driver GoSend, Jumat 9 April 2025. Instagram@informania

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

KREDOTNEWS.COM, MEDAN- Petugas kepolisian Medan, Sumatera Utara, telah mengaman lelaki dan perempuan kakak beradik, sebagai tersangka pelaku pembuangan jasad bayi melalui jasa driver GoSend, Jumat, 9 Mei 2025.

Demikian penjelasan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan dan Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga. Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah, viral video Driver GoSend Yusuf A muncul di media sosial.

Kombes Gidion menambahkan bahwa kepolisian melakukan proses penyelidikan, dan berencana melakukan uji DNA untuk memastikan hubungan darah bayi dengan pelaku. Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga juga memberikan keterangan terkait penangkapan dan dugaan hubungan inses antara pelaku.

Tersangka pelaku adalah kakak beradik berinisial perempuan NH (21) dan kakaknya laki-laki  RD (25) ,  melakukan hubungan inses (hubungan badan sedarah). Mereka diduga mengirim mayat bayi hasil hubungan tersebut melalui layanan pengiriman GoSend.

Bayi tersebut lahir prematur pada 3 Mei 2025 secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis di kawasan Medan Belawan dan mengalami kekurangan gizi. Setelah bayi sakit, NH membawanya ke RS Delima, dan dokter menyarankan agar bayi dirujuk ke RSUD Dr. Pirngadi Medan untuk penanganan lebih lanjut. Namun, bayi meninggal dunia pada 7 Mei 2025 di tempat tinggal mereka.

Setelah kematian bayi, NH dan R membawa jasad bayi tersebut ke sebuah hotel di Medan Barat, lalu memesan layanan GoSend untuk mengirim mayat bayi tersebut ke lokasi pemakaman. Kasus ini terungkap ketika pengemudi ojek online yang menerima paket tersebut menemukan mayat bayi di dalamnya dan melaporkan ke polisi.

Polisi masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan hubungan darah antara pelaku dan bayi, namun dugaan kuat bayi tersebut adalah hasil hubungan sedarah antara kakak dan adik ini.

Kedua pelaku sudah ditangkap di Medan Belawan dan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp 3 miliar.

Kronologi
NH (21) dan kakaknya RD (24), yang merupakan pelaku, menjalin hubungan sedarah hingga NH hamil sejak Januari 2025.

NH melahirkan bayi secara prematur pada 3 Mei 2025 di Barak Tambunan, Sicanang, Belawan, tanpa bantuan tenaga medis dan membersihkan sendiri bayinya.

Empat hari setelah lahir, bayi sakit dan pada 7 Mei dibawa ke RS Delima, Simpang Martubung. Dokter menyatakan bayi kekurangan gizi, akibat kelahiran prematur dan menyarankan dirujuk ke RS Pirngadi Medan untuk penanganan lebih lanjut.

Karena masalah ekonomi dan ketakutan tidak memiliki identitas lengkap, bayi dibawa pulang kembali dan meninggal dunia pada malam 7 Mei di tempat tinggal mereka.

Setelah kematian bayi, NH dan RD membawa jasad bayi ke sebuah hotel di Medan Barat. Pada pagi 8 Mei, mereka memesan layanan GoSend untuk mengirim mayat bayi tersebut ke lokasi pemakaman di Jalan Kapten Muchtar Basri, Kota Medan.

Pengemudi ojek online yang menerima paket tersebut kaget menemukan mayat bayi dan melaporkan ke polisi.

Polisi menangkap NH dan RD di sebuah indekos di Jalan Selebes, Gang 7, Kecamatan Medan Belawan pada Jumat, 9 Mei 2025.

Polisi masih menunggu hasil tes DNA untuk memastikan hubungan darah bayi dengan pelaku dan melakukan penyelidikan penyebab kematian bayi.

Kronologi ini diungkap oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan dan petugas kepolisian terkait. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

Trending di Nasional