Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

AS Kritik Sertifikasi Halal RI: Prosedur Dinilai Rumit, Mahal dan tak Transparan

badge-check


					AS Kritik Sertifikasi Halal RI: Prosedur Dinilai Rumit, Mahal dan tak Transparan Perbesar

Penulis: Satwiko Rumekso | Editorial: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai kebijakan halal Indonesia menjadi hambatan teknis perdagangan dan menjadikannya salah satu alasan penerapan tarif resiprokal 32 persen terhadap produk asal Indonesia. Hal ini tercantum dalam dokumen resmi National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025 yang dirilis oleh United States Trade Representative (USTR).

AS secara spesifik mempersoalkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dan seluruh regulasi turunannya, mulai dari Keputusan Menteri Agama hingga Peraturan Pemerintah dan Peraturan BPJPH. Washington menyebut kebijakan ini mengganggu akses pasar dan menambah beban biaya bagi pelaku usaha AS yang mengekspor produk ke Indonesia.

“Pemangku kepentingan AS khawatir Indonesia menyelesaikan banyak peraturan ini tanpa memberitahukan rancangan kebijakannya ke WTO dan tidak mempertimbangkan masukan dari pihak internasional,” tulis laporan tersebut.

AS menyoroti bahwa Indonesia menetapkan sertifikasi halal secara wajib dan bertahap untuk berbagai produk: makanan, minuman, farmasi, kosmetik, alat kesehatan, hingga barang konsumsi umum. Namun, proses penyusunan dan pemberlakuan regulasi ini dinilai tidak transparan, bahkan disebut melanggar prinsip dalam Perjanjian WTO tentang Hambatan Teknis Perdagangan (TBT Agreement).

Dokumen itu juga menyebut sejumlah keputusan pemerintah sebagai “dokumen hidup” yang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan publik, seperti Keputusan Menag No. 816/2024 yang menetapkan kewajiban sertifikasi halal berdasarkan kode HS.

Sorotan juga diarahkan pada Peraturan BPJPH Nomor 3 Tahun 2023, yang mengatur proses akreditasi Badan Penyelenggara Halal (BPH) asing, termasuk dari AS. USTR menilai regulasi tersebut menciptakan persyaratan dokumentasi yang memberatkan, prosedur akreditasi yang berbelit dan mahal, serta ketentuan rasio auditor yang dianggap tidak proporsional.

“Kebijakan ini menunda prosedur akreditasi secara tidak perlu bagi BPH AS yang ingin mendapatkan pengakuan untuk mengekspor produk bersertifikat halal ke Indonesia,” tulis laporan tersebut.

Langkah terakhir yang diwajibkan adalah membuat Perjanjian Pengakuan Bersama (MRA) antara BPH asing dan BPJPH.

Amerika Terus Tekan di WTO

Sejak 2019, AS secara rutin menyampaikan protes terhadap penerapan sertifikasi halal Indonesia di forum Komite TBT WTO dan Komite Perdagangan Barang WTO. AS menilai, penerapan undang-undang ini seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang lebih inklusif dan terbuka terhadap kepentingan perdagangan global.

Diketahui, tahapan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia berlaku bertahap hingga tahun 2039, termasuk untuk produk makanan, alat kesehatan, hingga obat resep.

Kritik dari AS ini menambah daftar panjang sengketa dagang yang membayangi hubungan bilateral Indonesia-AS. Sebelumnya, AS juga menyoroti kebijakan TKDN, sistem pembayaran QRIS, serta lemahnya perlindungan hak kekayaan intelektual di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional