Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Menteri Bahlil: Indonesia akan Impor Migas dari Amerika di Tengah Tarif 34 Persen

badge-check


					Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Instagram@bahlillahadalia Perbesar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Instagram@bahlillahadalia

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan impor minyak dan LPG dari Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 9 April 2025, di Kementerian ESDM, Jakarta. Bahlil menyatakan, “Kita tahu bahwa impor minyak kita kan cukup besar, kami sedang menghitung agar minyak menjadi salah satu komoditas yang bisa kita beli dari AS”.

Rencana ini bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, yang saat ini menunjukkan surplus sekitar 14-15 miliar dolar AS.

Dalam konteks ini, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Bahlil untuk mengeksplorasi potensi barang yang dapat dibeli dari AS sebagai bagian dari negosiasi terkait tarif impor yang tinggi.

Saat ini, porsi impor minyak mentah Indonesia dari AS hanya sekitar 4% dari total impor. Meskipun ada kekhawatiran tentang biaya transportasi yang lebih tinggi dari AS dibandingkan dengan negara lain seperti Timur Tengah, Bahlil menegaskan bahwa harga LPG dari AS tetap kompetitif. Penambahan volume impor ini tidak akan menghentikan pasokan dari negara lain, tetapi akan mengalihkan sebagian volume impor.

Kebijakan untuk meningkatkan impor minyak dari Amerika Serikat dengan tarif 34% dapat berdampak signifikan terhadap cadangan devisa Indonesia. Meskipun ada potensi untuk mendapatkan pasokan minyak yang lebih stabil, tarif tinggi akan mengakibatkan pengeluaran devisa yang besar.

Impor minyak yang tinggi, terutama dengan tarif yang mahal, dapat mengurangi cadangan devisa negara. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan impor minyak mentah berhubungan positif dengan cadangan devisa, tetapi juga menciptakan risiko ketika biaya impor melebihi pendapatan dari ekspor.

Faktor-faktor seperti nilai tukar dan harga minyak juga mempengaruhi dinamika ini. Kenaikan nilai tukar dolar AS dapat membuat biaya impor semakin tinggi, yang pada gilirannya dapat menurunkan cadangan devisa. Jika pemerintah tidak mampu menyeimbangkan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan konsumsi masyarakat, maka kebijakan ini berpotensi memperburuk situasi ekonomi Indonesia.

Secara keseluruhan, meskipun ada keuntungan dari diversifikasi sumber impor, tarif yang tinggi dan ketergantungan pada impor dapat menimbulkan tantangan bagi stabilitas ekonomi dan cadangan devisa Indonesia.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di Nasional