Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Cina Dikenai Tarif Hingga 104 Persen, Liu Pengyu: Ini Praktek Pemerasan AS

badge-check


					Juru bicara Kedubes Tiongkok di Amerika Serikat, Liu Pengyu. X@Liu Pengyu Perbesar

Juru bicara Kedubes Tiongkok di Amerika Serikat, Liu Pengyu. X@Liu Pengyu

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WASHINGTON DC- Pemerintah Tiongkok memberikan reaksi keras terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif impor sebesar 104 persen terhadap barang-barang asal Cina, berlaku pada 9 April 2025.

Reaksi Tiongkok terhadap tarif 104 persen yang diberlakukan oleh Amerika Serikat disampaikan oleh Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Selasa 8 April 2025 waktu setempat, demikian dikutip dari edition.cnn.com.

Ia menegaskan bahwa ancaman tarif tersebut merupakan langkah unilateralisme, proteksionisme, dan intimidasi ekonomi. Liu menambahkan bahwa Tiongkok akan “berjuang sampai akhir” untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Perdagangan Tiongkok menegaskan bahwa mereka akan “berjuang sampai akhir” melawan kebijakan tarif tersebut, yang mereka anggap sebagai bentuk pemerasan dan tekanan dari Amerika Serikat

Sebagai respons langsung, Tiongkok telah mengumumkan akan memberlakukan tarif balasan sebesar 34 persen terhadap produk-produk asal AS, yang mulai berlaku segera setelah pengumuman tarif dari AS.

Tindakan ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang antara kedua negara, yang telah mempengaruhi pasar global dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi resesi.

Pernyataan dari pejabat Tiongkok mencerminkan ketidakpuasan mereka terhadap langkah-langkah agresif AS. Mereka menyebut tindakan Trump sebagai kesalahan besar dan berkomitmen untuk melindungi hak serta kepentingan nasional mereka.

Sementara itu, pasar saham global mengalami penurunan signifikan akibat ketegangan ini, dengan investor menarik dana dari pasar yang dianggap berisiko67.

Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok masih jauh dari penyelesaian, dengan kedua belah pihak bersikeras pada posisi masing-masing.

China bereaksi keras terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif impor sebesar 104% terhadap barang-barang Cina yang akan mulai berlaku pada 9 April 2025.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa mereka akan “berjuang sampai akhir” melawan tarif tersebut, yang mereka anggap sebagai bentuk pemerasan dan tekanan dari Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan langsung, Cina telah mengumumkan bahwa mereka akan memberlakukan tarif balasan sebesar 34% terhadap produk-produk asal AS, yang berlaku segera setelah pengumuman tarif AS.

Tindakan ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang antara kedua negara, yang telah mempengaruhi pasar global dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi resesi. Pernyataan dari para pejabat Tiongkok mencerminkan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan agresif AS.

Mereka menyebut tindakan Trump sebagai kesalahan besar dan berkomitmen untuk melindungi hak-hak dan kepentingan nasional mereka. Sementara itu, pasar saham global mengalami penurunan yang signifikan sebagai akibat dari ketegangan ini, dengan para investor menarik dana dari pasar yang dianggap berisiko.

Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan Cina masih jauh dari kata selesai. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Trending di Internasional